logo.png

Inilah Penyebab Proyek Drainase Kediri Molor


Inilah Penyebab Proyek Drainase Kediri Molor

Kediri (beritajatim.com) -- Proyek drainase berupa pembuatan gorong-gorong sepanjang 4 kilometer (km) di Kota Kediri tahun 2015 tengah memasuki masa finishing. Dinas Pekerjaan Umum (PU) membeber kendala penyelesaian proyek milik pemerintah daerah itu.

"Banyak kendala yang ditemui oleh rekanan dalam mengerjakan proyek drainase. Diantaranya karena banyak saluran pipa PDAM, kabel optik dan kabel jaringan internet di dalam saluran gorong-gorong yang perlu adanya koordinasi dengan pihak-pihak yang dimaksud," kata Kepala Dinas PU Kota Kediri Kasenan, Kamis (14/1/2016).

Karena kendala tersebut diatas, kata Kasenan menyebabkan proses pekerjaan menjadi sedikit terganggu. Disamping menyelesaikan pembuatan gorong-gorong, rekanan juga harus bekerjasama dengan pemilik jaringan dan saluran pipa tersebut.

"Seperti pipa saluran PDAM, pihak rekanan tidak bisa menutup pipa tersebut. Membutuhkan kordinasi dengan PDAM. Kemudian mengenai adanya jaringan kabel milik Bank Indonesia (BI) yang ditanam yang harus diputus, juga perlu adanya koordinasi dengan BI," beber Kasenan.

Terkait molornya proyek drainase, imbuh Kasenan, Dinas PU memberikan perpanjangan kontrak kepada rekanan selama 50 hari. Perpanjangan masa kontrak itu sesuai dengan peraturan yang sudah ada.

Selain perpanjangan masa kontrak, imbuh Kasenan, rekanan juga mendapat sanksi berupa denda atas keterlambatan pekerjaan. Nilai denda ditentukan sesuai kontrak yang sudah disepakati.

Kasenan mengakui, apabila ada keluhan masyarakat perihal saluran drainase di rumahnya yang tertutup karena proyek. Pihak Dinas PU mengaku bertanggung jawab dan berjanji akan segera memperbaikinya.

Diberitakan sebelumnya, proyek drainase pembuatan gorong-gorong molor dari target penyelesaian akhir tahun 2015. Proyek dibiaya Dana Alokasi Umum (DPU) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 12,5 milyar. Sementara rekanan pelaksana sebanyak 20 rekanan. (nng/kun)


Sumber : beritajatim.com