logo.png

Minat Peserta Pria Ikuti MOP di Kediri Tinggi


ANTARA News Jawa Timur

Minat Peserta Pria Ikuti MOP di Kediri Tinggi

Petugas Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Kediri memantau persiapan pemasangan alat KB di RS Baptis Kediri (dokumen) (foto Asmaul Chusna)
 
 "Untuk MOP peminatnya cukup tinggi dan ini menunjukkan bahwa partisipasi pria untuk ikut program KB (keluarga berencana) sudah tinggi," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menilai minat pria untuk mengikuti program kontrasepsi pria vasektomi atau MOP (Metoda Operasi Pria) cukup tinggi, di mana pada 2015 jumlah pesertanya mencapai 75 orang dari target 80 orang.
 
"Untuk MOP peminatnya cukup tinggi dan ini menunjukkan bahwa partisipasi pria untuk ikut program KB (keluarga berencana) sudah tinggi," kata Kepala Bidang Keluarga Berencana Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Kediri Wiwik Fatowiyah di Kediri, Rabu.
 
Ia mengatakan, dari evaluasi yang dilakukan tren mengikuti program KB untuk MOW juga mengalami penurunan. Dimana pada 2015, peserta MOW hanya 35 dan justru peserta MOP yang mengalami peningkatan sampai 75 orang. Jumlah itu tentunya lebih meningkat dibanding peserta MOP pada 2014 yang hanya ada sembilan peserta.
 
Menurut dia, banyak pertimbangan yang dilakukan para suami dengan mengikuti program MOP tersebut, seperti karena sudah mempunyai banyak anak sehingga melakukan pembatasan anak yang dilahirkan oleh istrinya, kesehatan ibu yang mempunyai risiko tinggi mengikuti KB, serta mereka (suami) sudah benar-benar sadar untuk ikut KB.
 
Namun, Wiwik mengaku pemerintah memang mempunyai program untuk membantu kehidupan para suami yang mengikuti MOP dengan memberikan uang sebagai pengganti biaya hidup selama masa pemulihan.
 
"Kami berikan kompensasi biaya hidup sekali. Tren MOW sekarang turun, dan kami berharap pada 2016 semakin banyak yang berpartisipasi," ucapnya, berharap.
 
Dalam MOP itu, untuk vasektomi tidak terlalu memerlukan waktu yang lama dalam operasi. Peserta hanya mendaftarkan diri ke dokter ataupun bidan yang ditunjuk lalu nantinya akan dijadwalkan operasi yang dilakukan di RSUD Gambiran, Kota Kediri.
 
Pihaknya juga mengugkapkan, operasi ini tidak tidak berbahaya bagi pria yang sehat, sebab dokter hanya melakukan tindakan pengikatan dan pemotongan saluran benih agar sperma tidak keluar dari buah zakar. Namun, lanjut dia, bagi pria yang memiliki risiko sakit seperti diabetes tidak dianjurkan, sebab nantinya justru akan melukai dan sulit penyembuhan.  
 
Ia juga menjelaskan, calon peserta program MOP juga harus mematuhi beberapa beberapa persyaratan lain, yaitu harus melampirkan persetujuan dari istri, serta anak yang kedua atau terkecil di atas lima tahun atau sudah lewat dari balita. Selain itu, istri dari yang akan divasektomi juga harus masih masa produktif.
 
Pemkot berharap, program ini bisa lebih diminati. Program ini dilakukan dengan harapan keluarga menjadi lebih sejahtera. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


Sumber : antarajatim.com