logo.png

Satpol Kota Kediri Razia Gelandangan dan Pengemis


ANTARA News Jawa Timur

 
 "Kami razia gelandangan, pengemi serta anak punk. Kami ingin ada ketertiban di jalan, dan tidak mengganggu pengguna jalan," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Jawa Timur, merazia gelandangan dan pengemis di sejumlah titik di Kota Kediri dan membawa mereka untuk didata dan ditetrtibkan.
     
"Kami razia gelandangan, pengemis serta anak 'punk'. Kami ingin ada ketertiban di jalan, dan tidak mengganggu pengguna jalan," kata Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Kediri Femy Syafonto di Kediri, Kamis.
     
Ia mengatakan, razia itu juga dilakukan berdasarkan dari laporan sejumlah warga banyaknya warga yang mengemis di jalan raya wilayah Kota Kediri. Petugas akhirnya melakukan patroli dan ternyata mendapati sejumlah pengemis yang ada di Kota Kediri.
     
Sejumlah lokasi yang dirazia itu seperti di alun-alun Kota Kediri, di sepanjang jalan Kecamatan Pesantren, Stadion Brawijaya, hingga protokol yaitu Jalan Hayam Wuruk sampai Jalan Doho Kediri.
     
Dari razia itu, petugas mendapati sekitar empat orang gelandangan dan pengemis yang saat itu sedang melakukan aksinya. Mereka diangkut naik mobil Satpol PP Kota Kediri.
     
Setelah diangkut, mereka semua dibawa ke kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Kediri untuk didata. Mereka didata identitas berupa nama, alamat, sampai riwayat keluarga.
     
Dalam pendataan itu, seorang pengemis yang diangkut bahkan menangis minta dibebaskan. Ia ketakutan karena dibawa oleh petugas. Ia pun mengaku terpaksa melakukan hal ini, sebab terdesak dengan kebutuhan.
    
"Ayah saya sakit, ibu tidak bekerja. Jadi, saya membantu orangtua," kata remaja yang mengaku bernama Nando.
     
Selain Nando, ada lagi pengemis yang mengaku bernama Rahmat. Pria yang mengaku berasal dari Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini juga terpaksa mengamen untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
     
Setiap hari, ia mengaku mendapatkan uang sekitar Rp50 ribu yang dibelikan untuk beras, susu anaknya, serta beragam kebutuhan keluarga lainnya. 
     
"Kebutuhan banyak, untuk beli beras, susu, dan untuk kebutuhan lain. Setiap hari, sekitar Rp50 ribu saya dapat," ujar Rahmat.
     
Setelah didata, mereka rencananya akan dikembalikan ke keluarga. Petugas juga meminta agar keluarga ada yang menjemput mereka. Jika mereka berasal dari luar kota, nantinya akan diantar oleh Satpol PP Kota Kediri ke daerah tempat mereka tinggal. 
     
Petugas pun juga menegaskan, kegiatan ini akan terus dilakukan demi ketertiban dan ketentraman di Kediri. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo

 

Sumber : antarajatim.com