logo.png

Penderita Demam Berdarah di Kediri Capai 33 Orang


ANTARA News Jawa Timur

Penderita Demam Berdarah di Kediri Capai 33 Orang
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (foto Asmaul Chusna)
 
 "Saya sudah minta dan mewajibkan untuk menjaga kebersihan misalnya membersihkan buangan air di lemari es. Selain itu, di Kediri juga ada kader jumantik, jadi mereka bisa memantau jentik-jentik," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Jumlah penderita demam berdarah di Kediri, Jawa Timur, sampai saat ini mencapai 33 orang yang mayoritas merupakan anak-anak, sehingga pemkot membuat kebijakan untuk lebih mengaktifkan kinerja juru pemantau jentik (jumantik).
     
"Saya sudah minta dan mewajibkan untuk menjaga kebersihan misalnya membersihkan buangan air di lemari es. Selain itu, di Kediri juga ada kader jumantik, jadi mereka bisa memantau jentik-jentik," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Minggu. 
     
Ia mengatakan, sebenarnya siklus serangan demam berdarah bisa diprediksi, dimana dari berbagai evalausi serangan terbanyak justru saat penghujan misalnya di Januari. 
     
Untuk itu, ia meminta seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi membersihkan lingkungan misalnya dengan melakukan 3M (menutup, menguras, mengubur) benda-benda yang bisa menampung air, seperti kaleng. 
     
Partisipasi masyarakat tersebut dinilai akan bisa meminimalisir warga yang terkena demam berdarah, sebab jika hanya mengandalkan dari kader jumantik hasilnya kurang bisa kurang optimal.
     
Ia juga mengatakan, pemerintah memang mempunya program untuk pengasapan atau foging jika ada warga yang terkena demam berdarah. Namun, dengan pengasapan itu justru bisa membuat kebal nyamuk.
     
"Dengan foging, dari berbagai penelitian nyamuk justru tambah kebal, padahal obatnya juga lumayan berbahaya," ujarnya.
     
Sampai saat ini, jumlah penderita demam berdarah yang terdata di Dinas Kesehatan Kota Kediri mencapai 33 orang. Data itu bertambah ketimbang data awal yang hanya 28 orang pasien. Mereka juga sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit yang ada di Kota Kediri.
     
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan jumlah pasien demam berdarah yang terdata di rumah sakit selama Januari 2016 ini cukup sedikit, tidak sampai 10 pasien. 
     
"Pasien itu rata-rata anak-anak. Di Januari ini, hampir sama dengan Desember 2015. Dalam sebulan antara 3-10 pasien," ujarnya.
 
Ia mengatakan, dari berbagai evaluasi medis, penyakit demam berdarah mempunyai siklus lima tahunan. Biasanya, serangan yang paling banyak di Desember-Januari. Namun, untuk saat ini, jumlah pasien tidak terlalu banyak.
     
"Walaupun ada sikus lima tahunan, jumlah pasien tidak terlalu banyak. Yang jelas, penyakit ini tetap diwaspadai," pungkas Fauzan. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com