logo.png

Awass Densus Intai Pembuang Sampah


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

23-perda sampah (1)

KEDIRI KOTA– Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri mulai menerapkan peraturan daerah (perda) pengelolaan sampah. Detasemen Khusus (Densus) 315 DKP telah melakukan operasi pembuang sampah sembarangan di sejumlah titik.

Namun operasi sejak Kamis malam (21/1) itu belum menemukan pelanggar perda tersebut. Meski hasilnya nihil, razia akan terus berlanjut beberapa pekan depan.

Kabid Kebersihan DKP Endang Kartika mengatakan, operasi itu merupakan yang kali pertama di tahun ini. Sebab, pihaknya mulai menerapkan Perda  No.3/2015 tentang Pengelolaan Sampah. Karena itulah, razia akan terus dilakukan beberapa hari ke depan. “Sosialisasi sudah. Sekarang kita jalankan perdanya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Hanya saja, menurut Endang, pihaknya belum langsung memberikan sanksi seperti yang tertera di perda. Seperti diketahui, dalam perda itu, setiap pelanggar yang membuang sampah sembarangan diharuskan membayar denda Rp 200 ribu. Atau menyapu jalan sepanjang 500 meter. “Sementara ini kami beri peringatan dulu,” ungkap PNS asal Tuban ini.

Secara teknis, ungkap Endang, tim pengintai densus 315 mengawasi lokasi-lokasi yang rawan menjadi tempat pembuangan sampah. Saat memergoki warga pelanggar perda, tim akan mendatanya. Yakni mencatat nama, alamat, dan seberapa sering membuang sampah di tempat itu. “Laporannya kami serahkan ke kelurahan. Nanti ada pembinaan,” urainya.

Lalu sampai kapan sanksi peringatan diberlakukan? Sebetulnya, dikatakan Endang, perda tersebut dibuat untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Makanya, selama operasi berlangsung, pihaknya sekaligus memberikan sosialisasi. “Kalau sudah masif baru kami tindak. Juli (2016) kami terapkan penindakannya,” tegasnya.

Endang menyebut, densus 315 terdiri atas 30 personel. Dalam tugasnya, mereka mengintai di beberapa lokasi seperti sungai. Seperti di sungai kecil daerah Tosaren dan Ngronggo. Setiap petugas yang berjaga dibagi dua sif. Untuk sif pertama, bertugas mulai pukul 20.00 sampai 00.00. Sementara sif kedua dilanjutkan dari pukul 00.00 sampai 04.30.

Sementara itu, Kasi Pembersihan Jalan dan Saluran DKP Eko Budi Santoso mengatakan, Kamis malam lalu, tim mengintai tiga lokasi. Yakni di Banaran, Pasar Pahing, dan Ngronggo. Sebanyak 17 orang dibagi di tiga titik tersebut. “Kami intai dari pukul 20.00 sampai 01.00,” bebernya.

Namun, saat pengintaian hari pertama tersebut, pihaknya belum mendapatkan hasil apa-apa. Pasalnya, kebetulan malam itu Kota Kediri diguyur hujan. “Hasilnya nihil. Tidak ada pembuang sampah,” ungkap Budi.

Untuk razia ke depan, DKP terus berkoordinasi dengan warga sekitar lokasi. Ini untuk memastikan banyaknya pembuang sampah sembarangan. “Tempat-tempatnya belum kami tentukan,” ujarnya. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net