logo.png

Pendapatan Goa Selomangleng Kediri Ditarget Rp725 Juta


ANTARA News Jawa Timur

Pendapatan Goa Selomangleng Kediri Ditarget Rp725 Juta
Goa Selomangleng Kediri (foto Asmaul Chusna)
 
 "Target Rp725 juta itu hanya dari lokasi goa. Untuk itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan jumlah kunjungan," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menargetkan pendapatan di wisata Goa Selomangleng, Kediri, Jawa Timur, pada 2016 mencapai Rp725 juta, naik dari tahun 2015 yang hanya Rp710 juta.

"Target Rp725 juta itu hanya dari lokasi goa. Untuk itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan jumlah kunjungan," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar di Kediri, Selasa.

Ia mengatakan pada 2015 target pendapatan untuk wisata goa bisa tercapai, sehingga ia pun yakin pada 2016 targetan itu juga bisa tercapai. 

Untuk jumlah kunjungan ditargetkan bisa sebanyak 120 ribu orang, sehingga untuk mencapai target itu, saat ini dinas sudah membuat beragam program demi meningkatkan kunjungan wisatawan.

Nur juga mengatakan Goa Selomangleng Kediri selama ini menjadi salah satu andalan wisata di Kota Kediri. Selain ada tempat bermain anak-anak, di tempat ini mereka juga bisa belajar sejarah. 

Di tempat itu terdapat Goa Selomangleng serta museum yang isinya beragam situs. Beragam tempat bermain disediakan seperti "flying fox", kereta kelinci, komedi putar, maupun sarana olahraga renang.

Ia menambahkan untuk menarik minat warga berkunjung ke Goa Selomangleng Kediri, pemerintah sudah membuat beragam terobosan di antaranya memperbaiki fasilitas serta menambah jumlah fasilitas untuk bermain anak-anak. 

Selain itu, untuk tiket masuk rencana juga masih diterapkan pada harga yang lama. Untuk orang dewasa Rp2.000 per orang, dan untuk tiket anak Rp1.000 per orang. Sementara itu, saat akhir pekan maupun liburan hari besar harga tiketnya berubah, yaitu dewasa Rp4.000 dan anak-anak Rp2.000.

Nur mengatakan target pendapatan dari Goa Selomangleng memang cukup besar. Namun, untuk pendapatan di sektor pariwisata, bukan hanya dari Goa Selomangleng, tapi dari berbagai objek lain salah satunya dari lokasi Gedung Olahraga (GOR) Kota Kediri. 

Pemerintah, kata dia, saat ini juga sudah koordinasi dengan pengelola hotel di Kota Kediri serta restoran atau kuliner. Untuk tingkat hunian juga ditarget bisa memberikan PAD sampai 60 persen, sementara untuk belanja kuliner sampia 15 persen.

Nur mengatakan, hubungan antara jasa perhotelan dengan kuliner sangat erat untuk sektor pariwisata. Di Kediri, tidak banyak pariwisata yang cukup besar seperti di kota-kota lainnya, sehingga selain dari pariwisata untuk pendapatan juga mengandalkan dari sektor itu. Namun, untuk sektor tersebut ditangani oleh dinas pendapatan bukan di disbudparpora.

"Memang spesifikasinya, Kediri tidak punya objek spektakuler dari alam atau apa karena keterbatasan lahan, tapi kami juga tidak berdiam diri dan mendorong jasa wisata. Misalnya, jika wisatatawan berkunjung ke Kediri dan sekitarnya, mereka difasilitasi jasanya. Jadi, kami tekankan untuk perhotelan dan restoran," ujarnya. (*)

Editor: Endang Sukarelawati


Sumber : antarajatim.com