logo.png

Pemkot Edarkan SE Gerakan PSN


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

26-pasien DB (1)

Cegah Wabah DB, Minta Kelurahan Bersih-Bersih

KEDIRI KOTA- Pemkot mulai mengedarkan surat edaran (SE) wali kota ke kelurahan-kelurahan. Karena itu, mulai hari ini, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus dilakukan. Itu sebagai upaya pencegahan mewabahnya penyakit demam berdarah (DB).

Kabid Pencegahan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Rizal Amin mengatakan, SE wali kota mulai diedarkan kemarin. Isinya mengenai gerakan PSN di setiap kelurahan.

“Jadi besok (hari ini, Red) dan seterusnya PSN harus dilakukan di setiap kelurahan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Mengenai jadwalnya, Rizal mengatakan, diatur teknis dari kelurahan. Yang pasti, dalam sepekan, setidaknya ada gerakan bersih-bersih bersama satu kali. Itu mulai dari membersihkan lingkungan rumah, rukun tetangga (RT) sampai di tempat-tempat umum.

“Untuk pencegahan wabah DB,” ungkapnya mewakili Kepala Dinkes Kota Kediri Sentot Imam Suprapto.

Untuk penderita DB sampai sekarang, Rizal mengaku, belum mendapat laporan tambahan dari rumah sakit (RS). Karena itu, jumlahnya masih tetap 33 orang. Dengan gerakan PSN serentak, dia berharap, jumlah penderitanya bisa ditekan. Pasalnya, curah hujan masih tinggi beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, sampai saat ini masih ada enam pasien yang dirawat di RSUD Gambiran. Tiga masih dirawat inap di ruang anak-anak. Sisanya, pasien dewasa. Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima mengatakan, sampai Januari 2016, ada 50 pasien DB. Rinciannya, 26 orang berdomisili di Kota Kediri. Sedangkan 22 pasien berasal dari Kabupaten Kediri. “Dua orang lagi asal Nganjuk,” ungkapnya.

Dibanding tahun lalu, Fauzan menyatakan, memang ada peningkatan jumlah pasien. Karena itu, untuk mengantisipasi membeludaknya pasien DB, pihaknya sudah menyiapkan kamar tambahan. “Sejauh ini, bisa terpenuhi,” ujarnya.

Kemarin salah satu pasien yang dirawat di ruang anak Anggrek adalah Paramita. Bocah  lima tahun ini dirawat di rumah sakit pemkot itu sejak 22 Januari lalu. Dia didiagnosa positif DB setelah mengalami demam tinggi. “Trombositnya 27.000 saat pertama masuk,” kata dr Lily Diah Farida.

Saat ini, ungkap Lily, trombosit bocah asal Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto ini sudah naik di angka 64.000. Jumlah itu dibilang membaik. “Normalnya di atas 50 ribu,” terangnya.

Selama menangani pasien DB, Lily mengatakan, rata-rata keluhan pertamanya adalah demam tinggi. Suhu tubuh yang naik turun itu diselingi mual dan nyeri perut. Selain itu, trombositnya di bawah normal. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net