logo.png

Pemkot Kediri Segera Larang PKL Jualan Siang Hari


 
 

Kediri (beritajatim.com) - Peraturan Walikota Kediri Nomor 37 Tahun 2015 tentang jadwal jualan Pedagang Kaki Lima (PKL) akan segera diberlakukan. Pemkot tidak akan memberikan toleransi ulang.

"Zona waktu tetap akan kita berlakukan, karena ini merupakan bentuk toleransi kami. Coba kalau diterapkan undang-undang, tidak ada PKL itu, tapi kami masih memikirkan mereka dengan memberikan zona waktu," Sekretaris Kota Kediri Budwi Sunu Hernaning, Senin (01/2/2016).

Pemkot mengumpulkan perwakilan PKL, akademisi, dan juga pemkot kediri untuk mencari jalan terbaik terkait PKL. Sementara menjadi perhatian khusus saat ini masih menata PKL yang berada di jalan protokol.

 

Seperti yang terjadi di jalan PK. Bangsa tepatnya didepan SDN Banjaran, selain keberadaan PKL, didepan SD juga rawan macet karena digunakan parkir para orang tua yang menjemput anaknya. Atas hal itu, Sekkota telah memerintahkan dinas perhubungan dan Satpol PP untuk melakukan penertiban. "Kami sudah minta agar para orang tua yang jemput parkir didalam, agar jalan tidak macet," katanya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu ratusan PKL melakukan aksi unjuk rasa menolak Peraturan Walikota (Perwali) Kediri Nomor 37 Tahun 2015 tentang penetapan waktu jualan. Dimana dalam Perwali itu, para PKL hanya boleh berjualan pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Para PKL sempat berunjukrasa menolak PKL. Menurut mereka, barang dagangannya tidak laku dijual malam hari, karena umumnya pembeli rame pada siang hari. (nng/kun)


Sumber : beritajatim.com