logo.png

Hari Kanker Sedunia


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

03-cyro terapi

Usia 45 Tahun Rentan Terkena

Peringatan hari kanker sedunia, hari ini (4/2), harus menjadi pengingat betapa bahayanya penyakit ini. Bagaimana kasusnya di Kota Kediri?

Ada beragam jenis penyakit kanker. Namun data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mencatat, dua jenis saja yang dianggap berbahaya. Karena jumlah penderitanya cukup tinggi setiap tahun. Yakni kanker payudara dan serviks atau mulut rahim. Semua penderitanya perempuan.

Tahun lalu, jumlah penderita kanker payudara 81 orang. Sebanyak tujuh di antaranya meninggal dunia. Data tersebut merupakan pasien rawat inap di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Kediri.

Sementara serviks, meski jumlahnya lebih sedikit, tetapi tidak kalah mematikan. Dinkes mencatat, tahun lalu penderitanya 33 orang. “Yang meninggal tiga pasien,” kata Kabid Pencegahan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes dr Rizal Amin.

Dia mengatakan, semua pasien kanker berkelamin perempuan. Mayoritas usia menikah. Yakni 25 tahun ke atas. “Usia tersebut memang berisiko tinggi,” ujarnya.

Dalam pendataan dinkes, Rizal mengungkapkan, range usia penderita kanker serviks dan payudara dibagi beberapa golongan. Untuk usia 25-44 tahun, pasien kanker serviks sebanyak 10 orang. Sementara kanker payudara tercatat 28 orang.

Adapun range usia 45-64 tahun, penderita kanker serviks 18 orang. Untuk kanker payudara 57 orang. Sementara usia 64 tahun ke atas, masing-masing penderita serviks dan payudara sebanyak 5 dan 6 pasien.

Berdasar pengelompokkan itu, Rizal mengatakan, usia 45-64 tahun lebih rentan terkena kanker. Karena itulah, dia meminta, perempuan lebih rajin memeriksakan kesehatannya sejak dini. “Supaya dapat diketahui sedari awal,” tuturnya.

Hal senada disampaikan dr Agus Sahat, anggota Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Kediri. Penyakit kanker tidak bisa disepelekan. Pasalnya, merupakan salah satu penyakit ganas. Risikonya adalah kematian.

Mengenai jenis penyakit ini, Agus mengatakan, kanker serviks lebih berbahaya. Di Indonesia, penyakit yang menyerang alat vital perempuan ini menjadi pembunuh nomor satu. “Satu jam, satu nyawa melayang. Jadi memang berbahaya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Meski begitu, masyarakat tidak perlu terlalu cemas. Asalkan, mereka sadar dengan kesehatannya. Sebab, pada dasarnya, kanker serviks juga bisa dideteksi lebih dini. Dengan begitu, dapat segera ditangani.

Karena itu, menurut Agus, yang perlu diketahui adalah tanda-tanda munculnya kanker serviks. Yang pertama adalah keputihan yang berkepanjangan. Normalnya keputihan terjadi di pertengahan datang bulan. “Bentuknya encer dan putih. Berarti itu normal,” terang dokter kelahiran Medan, Sumatera Utara (Sumut) ini.

Ketika tidak normal, keputihan terjadi terus-menerus tanpa henti. Selain itu, aromanya lebih berbau dan kental. Warnanya hijau diikuti rasa gatal di daerah kemaluan. Ciri kedua adalah terjadinya pendarahan.

Lalu berikutnya menstruasi yang panjang. Bisa sampai dua minggu lebih. “Padahal normalnya hanya 7 hari saja,” ujarnya. Jika menemui tanda tersebut, pasien harus curiga sebagai gejala awal kanker serviks. “Segera diperiksakan. Bisa di YKI, puskesmas atau rumah sakit,” papar Agus. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net