logo.png

Kota Kediri Target Lima Kantong Trombosit Tiap Hari


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

05-trombosit PMI (1)

KEDIRI KOTA– Tingginya kasus demam berdarah (DB) membuat permintaan darah trombosit meningkat. Sejak bulan lalu, Palang Merah Indonesia (PMI) harus menyediakan setidaknya lima kantong darah per harinya. Sebab, jika kurang, permintaan tidak bisa terpenuhi.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Kediri dr Ira Widyastuti mengatakan, selama Januari permintaan trombosit sebanyak 73 kantong. Sedangkan bulan ini, dari tiga kasus, sudah lebih dari delapan kantong.

“Permintaannya meningkat,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri di kantornya.

Padahal, lanjut Ira, pada hari biasa permintaan trombosit di PMI Kota Kediri hanya 10 kantong per bulan. Persediaan darah tersebut biasanya dimanfaatkan untuk pasien penderita idopatik trombositopenia purpura atau kelainan trombosit. “Selalu bisa kami penuhi,” ujarnya.

Dari jumlah itu, Ira mengatakan, permintaan paling banyak justru berasal dari Kabupaten Jombang. Sementara di Kota Kediri, permintaan berasal dari empat rumah sakit (RS). Yakni RS Bhayangkara, RSUD Gambiran, RS Baptis, dan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan.

Menurut Ira, rata-rata satu pasien membutuhkan 4-5 kantong setiap golongan darah. Karena itu, pihaknya harus menyediakan jumlahnya minimal lima kantong per hari. “Empat golongan. A, B, O, dan AB persediaannya harus lima kantong,” urainya.

Selama ini, Ira mengaku, bisa memenuhi permintaan. Namun jika tidak terpenuhi, biasanya PMI meminta keluarga atau kerabat pasien yang bersedia mendonorkan darahnya sesuai dengan golongan.

Pasalnya, selama Januari, PMI mengandalkan pendonor yang datang ke kantor. Untuk donor di beberapa instansi memang belum banyak dilakukan. PMI pun berupaya mengingatkan instansi yang waktunya berdonor.

Apalagi, Ira menyatakan, umur darah trombosit sangat pendek. Hanya mampu bertahan selama lima hari saja. Selain itu, trombosit harus didapatkan dari darah segar.

Untuk bulan-bulan ini, ia memprediksi, permintaan darah trombosit masih tinggi. Mengingat kasus DB juga tinggi di beberapa daerah di sekitar Kediri. Maka PMI juga harus memperbanyak persediaan darah trombositnya. “Kami harus target lima kantong per hari,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Rizal Amin mengatakan, selama Januari, ada 40 penderita DB. Namun saat ini, pihaknya masih merekap semua pasien yang dirawat di rumah sakit. “Data masih kami rekap,” ujarnya. Adapun Februari 2016, jumlah penderita ada tiga pasien. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net