logo.png

Tidak Dibersihkan Sedimen Sumbat Got


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

08-wali kota bersih selokan (2)

KEDIRI KOTA– Wali Kota Abdullah Abu Bakar kembali mengingatkan warganya untuk melakukan gerakan bersih selokan. Orang nomor satu di pemkot ini bergotong-royong membersihkan saluran air di Kelurahan Dandangan Gang III, kecamatan kota, Minggu (7/2). Ketebalan sedimennya sudah mencapai 15 sentimeter (cm).

Menurut Abu, sedimen setebal itu karena tidak rutin dibersihkan. Dampaknya, setiap kotoran maupun pasir yang masuk semakin mengeras. Sehingga bisa menyumbat saluran air. “Kalau dibiarkan terus, menjadi penyumbat,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dari kegiatan bersih-bersih di Kelurahan Dandangan, Abu menemui sejumlah persoalan. Misalnya selokan yang dicor. Akibatnya, masyarakat kesulitan membersihkan secara berkala.

Karena itu, saat dibersihkan sekitar pukul 07.00 pagi, warga harus membongkar cor selokan tersebut. Mereka menggunakan linggis supaya bisa terbuka. Menanggapi permasalahan ini, Abu mengatakan, akan meninjau ulang pembangunan selokan di sejumlah kelurahan. Izin mendirikan bangunan (IMB)-nya harus direvisi. Setidaknya harus menyisakan 25 persen. “Tidak boleh menutup tanah,” jelas wali kota berlatarbelakang pengusaha ini.

Di samping itu, Abu harus memastikan aliran air lancar menuju selokan maupun got. Sumbatan-sumbatan yang menjadi penghambat harus segera dibersihkan. Tidak hanya di Dandangan, tetapi juga di kelurahan-kelurahan lain. “Karena itu, ini penting gerakan bersih selokan,” paparnya.

Untuk diketahui, gerakan bersih selokan bersama kemarin merupakan kali keempat. Jadwalnya memang diagendakan setiap tiga bulan sekali di awal bulan. Namun, jika bisa membersihkan berkala, lingkungan akan menjadi lebih bersih.

Sementara itu, Lurah Dandangan Suparno mengatakan, sedimen berasal dari pasir erupsi Gunung Kelud pada 14 Februari 2014. Karena itu, sekitar dua tahun, selokan tidak pernah dibersihkan.

“Memang sudah lama tidak dibersihkan. Makanya tebal seperti sekarang,” kata Suparno yang kemarin mendampingi wali kota.

Meski begitu, di wilayah tersebut bukan daerah banjir. Hanya, saluran air lebih mudah tersumbat. Sehingga ketika hujan deras, air meluber ke jalan. “Setelah kami bersihkan, mudah-mudahan lebih lancar,” harapnya. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net