logo.png

DKP Kota Kediri Larang Masyarakat Tutup Selokan


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

web-24812888181_7222fe91f7_c

KEDIRI- Gerakan Selokan Bersih (GSB) kembali digelar pada Minggu (7/2). GSB ini digelar setiap tiga bulan sekali di minggu pertama. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, gerakan tiga bulanan ini terlihat efektif. “Sekarang ini, kita temukan banyak selokan yang dicor tentu ini menjadi kendala. Sehingga, kita akan merevisi syarat-syarat izin mendirikan bangunann (IMB),” ujar Mas Abu saat meninjau GSBersih di RW 04 dan RW 05 Kelurahan Dandangan serta Gang 2 Kelurahan Ngadirejo.

Mas Abu mengatakan, GSB harus dilakukan secara gotong royong karena saat ini, selokan banyak yang macet. “Gotong royong ini harus kita lakukan. Karena kita tidak bisa membersihkan selokan ini sendirian,” ujarnya.

Dengan adanya GSB ini diharapkan, warga tidak sembarangan menutup selokan. Kemudian, membuat selokan juga memenuhi standar yang sudah ditentukan Dinas Kebersihan Pertamanan Kota Kediri sehingga air lancar dan mudah dibersihkan.

Sementara itu, Kepala DKP Kota Kediri Didik Catur mengatakan, ketika mendirikan bangunan tidak boleh menutup selokan. “Untuk masyarakat yang akan membangun tidak boleh menutup selokan karena ini akan mempersulit pembersihan selokan,” ujarnya. (adv/tyo)


Sumber : radarkediri.net