logo.png

Tim Pemkot Sidak Cokelat Valentine


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

11-sidak cokelat (2)

Temukan Minuman Beralkohol tanpa Izin Edar di Kota Kediri
KEDIRI KOTA– Tim gabungan pemkot dan kepolisian merazia peredaran cokelat menjelang hari Valentine, kemarin. Sasarannya, pusat perbelanjaan. Meski tidak menemukan cokelat yang bermasalah, petugas mendapati minuman beralkohol tidak memiliki izin beredar di Kediri.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, razia dimulai sekitar pukul 10.00. Tim pemkot terdiri atas dinas perindustrian, perdagangan, pertambangan, dan energi (disperindagtamben), dan dinas kesehatan (dinkes). Mereka dibantu personel satuan pembinaan masyarakat (binmas) Polres Kediri Kota menuju sasaran pertama di Hypermart Kediri Town Square.

Di sana, petugas memeriksa satu per satu cokelat batangan maupun permen di etalase. Tim melihat tanggal kedaluwarsa di setiap kemasannya. “Di sini aman,” kata Kabid Perdagangan Disperindagtamben Dwi Rahman yang memimpin razia.

Meski begitu, tim mendapati minuman beralkohol (minol) yang belum punya izin beredar di Kediri. Mengenai hal itu, Dwi meminta, pengelola mengurus izinnya ke Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri.

“Harus diurus ke BPM dulu,” jelasnya. Sebenarnya, minol itu sudah ada izin dari kementerian. Namun izin peredarannya hanya di Surabaya.

Dari Hypermart, tim bergeser ke Transmart di Kediri Mal. Sama seperti sebelumnya, mereka memeriksa cokelat di etalase. Petugas juga menanyai pengelola toko tentang kegiatan Valentine di sana. Terutama hadiah-hadiah berupa cokelat. Namun di sana, hanya sekadar menjual cokelat.

Setelah memastikan aman, petugas melanjutkan operasi ke swalayan Golden. Mereka juga memeriksa setiap cokelat. Selama razia sampai sekitar pukul 12.00 itu, peredaran cokelat di Kediri masih aman.

Sebenarnya, kata Dwi, pengawasan produk makanan tidak hanya menjelang Valentine saja. Namun di hari kasih sayang itu, pihaknya mengantisipasi peredaran cokelat yang bermasalah. “Salah satunya kedaluwarsa,” ujarnya.

Di samping itu, dinas juga mewaspadai cokelat yang dicampur narkoba. Ada juga cokelat berhadiah kondom. Pasalnya peredarannya marak. Namun kemarin, Dwi memastikan, tidak ditemukan di Kota Tahu. “Sejauh ini aman,” imbuhnya.

Meski demikian, Dwi meminta, masyarakat tetap jeli saat membeli cokelat. Harus dilihat dulu tanggal kedaluwarsanya. Atau, ketika membeli cokelat impor, harus ada petunjuk dalam bahasa Indonesia. Sebab, tim masih mendapati sejumlah barang impor yang belum dilengkapi petunjuk tersebut.

Sementara itu, Ketut Riono, petugas toko di Transmart, memastikan, cokelat di tempatnya aman. Sebab, pengelola selalu mengecek sirkulasinya secara berkala. Sehingga tak ada barang kedaluwarsa. “Kami bisa pastikan kondisinya baik,” terangnya. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net