logo.png

Persik Belum Tamat


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

persik

KEDIRI KOTA– Luar biasa! Rasanya ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan loyalitas para pendukung setia Persik Kediri. Setelah vakum selama satu tahun, kemarin, para suporter skuad Macan Putih ini kembali membuat Stadion Brawijaya bergemuruh lagi.
Mereka membuktikan Persik belum tamat. Kendati pertandingan yang digelar hanyalah friendly match atau pertandingan persahabatan, mereka sangat antusias untuk memberi dukungan. Sedikitnya 15 ribu penonton menyesaki tribun Stadion Brawijaya menyaksikan laga yang sekaligus digelar untuk memeriahkan HUT Persikmania tersebut.
Besarnya animo penonton yang menonton laga kemarin menunjukkan mereka sangat merindukan pertandingan Persik. Selain itu, brand Persik juga masih sangat laku dijual. “Ini adalah bukti bahwa seluruh suporter masih cinta Persik,” ungkap Dentama Adiratma, koordinator penyelenggara pertandingan.
Melawan Persinga Ngawi dalam laga kemarin sore, Persik bertanding penuh semangat. Hasilnya, kesebelasan kebanggaan Kediri ini mampu menaklukkan Persinga dengan skor 2-0.
Kubu Persik sendiri memenuhi janjinya untuk menurunkan bintang-bintang mereka. Tercatat ada banyak nama pemain kawakan yang tampil. Di antaranya Harianto, Khusnul Yuli, Faris Aditama, Tedi Heri, Qischil Gandrumini, Fakhruddin dan pemain-pemain lain.
Mereka bermain di bawah arahan Pelatih Persik Alfiat. Meski sekadar pertandingan uji coba, para pemain berusaha tampil maksimal. Begitu wasit Yeni Krisdianto meniup peluit, Khusnul Yuli dkk langsung tampil menggebrak.
Sayang, mereka tidak bisa langsung bermain greng. Maklum, semenjak kompetisi vakum, para pemain ikut libur. Mereka baru beberapa hari ini kembali bergabung dalam latihan.
Meski demikian, para penonton tetap semangat menyaksikan laga tersebut. Setelah beberapa kali melancarkan serangan, di menit 22’, striker Persik Wimba Somosa berhasil membawa Persik unggul.
Berawal dari serangan cepat, Faris Aditama yang menusuk dari kanan pertahanan lawan. Dia lihai mengirim umpan. Crosing tersebut spontan ditanduk oleh Wimba, dan goool!!.
Sebanyak 15 ribu Persikmania langsung bersorak. Unggul 1-0, para pemain Macan Putih semakin semangat menyerang. Sayang, lemahnya koordinasi membuat Persik sulit menciptakan peluang bagus. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, para pemain Persik masih coba bermain menyerang. Guna meningkatkan daya serang, Pelatih Alfiat menarik keluar striker Qischil Gandrumini dan digantikan Andre.
Pergantian tersebut ternyata memberikan warna yang beda. Tenaga Andre yang lebih fresh membuat dia beberapa kali merepotkan lini pertahanan Persinga. Puncaknya, di menit 75’, Persik mendapat hadiah penalti.
Ini setelah Andre dijatuhkan di kotak penalti oleh pemain Persinga. Fakhruddin yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tendangannya melesak menjebol gawang lawan. Persik unggul 2-0. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
“Kemenangan ini kami persembahkan untuk Persikmania yang ulang tahun,” ungkap Alfiat. Dia mengaku, para pemain belum bisa menunjukkan performa terbaik karena baru empat hari latihan bareng.
Sementara itu, Dentama Adiratma menambahkan, pihaknya berharap, laga kemarin bisa menjadi awal baik bagi Persik ke depan. Menurut dia, para suporter memang sangat rindu Persik bermain.
Oleh karenanya, mereka kemudian berkumpul untuk menggelar laga tersebut. “Saya sungguh kagum dengan semangat para suporter agar laga ini bisa terwujud,” terangnya.
Denta juga mengatakan bahwa 10 ribu tiket yang disediakan kemarin, ludes terjual. Namun ia masih belum bisa bicara jauh terkait Persik ke depan. “Kami sementara fokus menggelar pertandingan ini untuk memperingati ulang tahun Persikmania. Soal ke depannya, kita masih perlu koordinasi lagi,” pungkasnya. (ery/ndr)


Sumber : radarkediri.net