logo.png

Tiga Puskesmas di Kota Kediri Dinilai Tidak Layak


Tiga Puskesmas di Kota Kediri Dinilai Tidak Layak

Anggota Komisi C ketika sidak ke puskesmas yang memiliki ruang pelayanan terbatas.

KEDIRI (BM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memiliki 8 puskesmas di seluruh pelosok wilayah. Namun tiga di antaranya kerap dikeluhkan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lantaran ruangannya yang terbatas. Padahal pasien yang datang selalu membludak setiap harinya. Ketiga puskesmas itu ada di Sukorame, Balowerti dan Mrican.
 
Keluhan itu direspon langsung Komisi C DPRD Kota Kediri dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak). Di awali ke Puskesmas Sukorame di Kecamatan Mojoroto. Di sana, wakil rakyat menyaksikan sendiri daya tampung ruang tunggu dan ruang pelayanan kesehatan yang tidak sebanding dengan jumlah calon pasien.
 
Dengan keterbatasan ini, secara tidak langsung berakibat pada RSUD Gambiran sebagai rujukan terakhir masyarakat Kota Kediri. Untuk itu, Komisi C mendesak Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pelebaran agar pelayanan pasien bisa maksimal. Termasuk menambah kapasitas kamar rawat inap. 
 
“Agar pasien yang sakit ringan tidak memenuhi RSUD Gambiran,” terang Yudi Ayubchan, salah satu anggota Komisi C, Senin (15/2).
 
Dia mengatakan, tahun ini diharapkan ketiga puskesmas yang dikeluhkan, sudah melakukan pelebaran. Termasuk menambah areal parkir agar tidak berada di luar pagar puskesmas. “Kita khawatirkan pasien tidak mendapatkan pelayanan dengan baik hingga ditelantarkan. Jangan sampai terus menerus mengandalkan RSUD Gambiran,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Sutrisno Petugas Parkir Puskesmas Sukorame mengakui jika pasien dipuskesmas ini penuh berkisar 100 kendaraan sehingga bisa dilihat sendiri seperti apa pasiennya. “Saya senang sekali bila ini diperlebar puskesmasnya dan ada kamar rawat inap serta lokasi parkir bisa diperluas,” tandasnya saat ditemui disela-sela sidak Komisi C. (bud/epe)
OTHER NEWS

Sumber : beritametro.co.id