logo.png

Tangkal Investasi Bodong Wali Kota Kediri Dapat Penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan


Surya Malang

Tangkal Investasi Bodong, Wali Kota Kediri Dapat Penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan

 
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
 
Kepala Kantor OJK Kediri Bambang Hermanto memberikan penghargaan kepada Wali Kota Kediri dan Kapolres Kediri Kota, Selasa (16/2/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri memberi penghargaan kepada Wali Kota Kediri serta Polres Kediri Kota dan Polres Blitar Kota. Ketiga institusi itu telah mampu menangkal keberadaan investasi bodong.

Penghargaan diberikan pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 yang digelar di Convention Hall Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (16/2/2016).

Kepala Kantor OJK Bambang Hermanto menyerahkan piagam penghargaan kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Kapolres Kediri Kota Bambang W Baiin. Sedangkan Kapolres Blitar Kota tidak hadir.
Ketiga institusi itu dinilai perlu mendapatkan apresiasi karena telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi dan perlindungan konsumen.

Khususnya pencegahan lembaga, perusahaan dan komunitas yang tidak memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sehingga tidak berkembang di wilayah kerja Kantor OJK Kediri.

Penghargaan juga diterima Bupati Tulungagung Sahri Mulyo dan Perusahaan Daerah (PD) BPR Kabupaten Tulungagung karena memberikan layanan keuangan mikro kepada masyarakat.

Inisiatif keberpihakan pemerintah daerah dalam pemberian kredit suku bunga rendah di luar kredit usaha rakyat (KUR) serta mendapat subsidi bunga.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyambut baik kerja sama dengan pihak terkait untuk menangkal masuknya investasi bodong.

"Kami sering berdiskusi soal investasi bodong. Apalagi di perkotaan banyak penggunaan internet dan penipuan juga marak di internet," ungkapnya.

Oleh karena itu perlu dipahamkan kepada masyarakat terkait dengan investasi bodong.

"Investasi bodong itu ada mata rantainya tapi tidak ada produknya. Selama ini kami selalu berkoordinasi dengan OJK," ujarnya.

 
 
 

 

Investasi bodong yang sempat membuka usaha di Kota Kedirisalah satunya PT Asia Financial Consultan (APC). Karena tidak memiliki izin, Kantor PT AFC kemudian disegel petugas Satpol PP.

Dari hasil pengusutan petugas belakangan diketahui PT AFC merupakan perusahaan investasi bodong. Kegiatan perusahaan ini telah merugikan ribuan korban yang menjadi nasabahnya.

Sedangkan Polres Blitar Kota telah mengusut kasus investasi bodong PT Dua Belas Suku (DBS). Saat ini para pendiri dan pengelola PT DBS yang merugikan nasabah ratusan miliar telah dijebloskan tahanan.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com