logo.png

Ketika Anak-Anak Punya KTP


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

untitled

Kota Kediri masuk salah satu dari 50 kota/kabupaten di Indonesia yang menjadi pilot project KTP anak atau KIA tahun ini. Bagaimana kesiapannya?

Proyek percontohan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu berkat cakupan akte kepemilikan lebih dari 50 persen. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri Ida Indriati, cakupannya sekitar 80 persen.

“Karena itu, kami menjadi pilot project KTP anak untuk tahun ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dengan demikian, tahun ini, dispendukcapil mulai mempersiapkan pembuatan KTP anak atau Kartu Identitas Anak (KIA) tersebut. Ida mengungkapkan, saat ini pihaknya terus berkonsultasi ke Kemendagri. Termasuk salah satunya menunggu turunnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang penetapan 50 kota/kabupaten sebagai proyek percontohan.

Setelah beredarnya Permendagri itu, ungkap Ida, dinas baru bisa membuat surat keputusan (SK). “Kami belum tahu kapan turunnya. Karena belum ada pemberitahuan. Bisa di pertengahan tahun ini,” ungkap PNS asal Kandangan, Kabupaten Kediri ini.

Untuk keperluan pembuatan KIA, Ida mengatakan, pihaknya akan melibatkan rukun tetangga (RT) di setiap kelurahan. Karena bersifat masal, RT yang melakukan pendataan langsung pada anak usia 0-17 tahun di lingkungannya. “Validasi jumlah penduduk juga dilakukan di tingkat RT,” imbuhnya.

Setelah semua data terkumpul, RT melalui kelurahan akan menyerahkannya pada dispendukcapil. Sebab, pencetakan kartu dilakukan di kantor dispendukcapil. “Karena itu, kami yakin data valid melalui pendataan di RT,” terangnya.

Ida menuturkan, data penduduk memang fluktuatif jumlahnya. Karena setiap hari ada pengurangan dan penambahan. Sebagai perbandingan, dia menyebut, berdasar data 2014, jumlah penduduk Kota Kediri 293.282 jiwa. Terdiri atas 147.417 laki-laki dan 145.865 perempuan. Adapun jumlah penduduk di bawah 18 tahun sebanyak 86.918 jiwa. Persentasenya sebesar 29,64 persen.

Lalu siapa yang berhak menerima KTP anak? Berdasar UU No.2/2016 tentang KIA, Ida mengatakan, nanti ada dua jenis kartu yang dicetak. Yakni untuk anak usia 0-5 tahun dengan kartu tanpa foto. Sementara kartu yang memakai pas foto untuk anak usia 6-17 tahun.

Karena itulah, ketika di RT, orang tua yang usia anaknya di atas 5 tahun juga harus menyetorkan pas foto. Di samping persyaratan lain, seperti kartu keluarga (KK), KTP orang tua, dan akte kelahiran. “Berbeda dengan KTP elektronik. Tidak ada perekaman,” ungkapnya.

Anak yang memiliki KIA, menurut Ida, bisa mendapatkan banyak manfaat. Selain sebagai tanda pengenal atau identitas diri, KIA bisa digunakan untuk persyaratan pendaftaran sekolah. Manfaat lainnya, sebagai transaksi keuangan di perbankan atau lembaga lain seperti kantor pos.

“Sebagai syarat pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit juga bisa,” paparnya.

Ida menambahkan, KIA pun bisa sebagai syarat pembuatan dokumen imigrasi. Juga, mengurus klaim santunan kematian dan mencegah terjadinya perdagangan anak.

Dengan demikian, KIA membuat anak lebih mandiri. Jadi, orang tua tidak harus mengantar lagi anak-anaknya ketika mengurus keperluan-keperluan seperti di atas. “Tujuannya mendorong anak lebih mandiri,” jelas Ida.

Apalagi, dispendukcapil merencanakan bekerjasama dengan pelaku bisnis di Kota Kediri. Dengan punya KIA, anak-anak akan mendapat potongan harga saat belanja di toko buku atau tempat wisata. “Itu rencana ke depan kami dengan KIA,” tuturnya. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net