logo.png

Satpol PP Kediri Angkut Gerobak Pedagang


ANTARA News Jawa Timur

  Satpol PP Kediri Angkut Gerobak Pedagang
Sejumlah gerobak pedagang yang diamankan Satpol PP Kota Kediri, Selasa (23/2). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ini kami sosialisasi sekaligus penertiban dengan eksekusi. Kami bawa ke kantor untuk gerobak, sementara pedagang akan dibina agar tidak berjualan di zona larangan," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Jawa Timur, mengangkut gerobak pedagang yang tidak ada isinya sebagai salah satu bentuk penertiban terkait dengan jam jualan para pedagang kaki lima (PKL) di kota ini.
     
"Ini kami sosialisasi sekaligus penertiban dengan eksekusi. Kami bawa ke kantor untuk gerobak, sementara pedagang akan dibina agar tidak berjualan di zona larangan," kata Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Kediri Nurkhamid di Kediri, Selasa.
     
Ia mengatakan kegiatan Satpol PP Kota Kediri merupakan salah satu upaya mensosialisasikan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL serta Peraturan Wali Kota Kediri Nomor 37 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, yang dilanjutkan dengan Perwali Nomor 37 Tahun 2015.
     
Pemerintah kota telah intensif melakukan sosialisasi terkait dengan aturan tersebut pada para PKL. Pemerintah kota membatasi jam jualan para pedagang, misalnya di Jalan Doho yang merupakan pusat perbelanjaan sebelah kiri mulai jam 21.00 WIB sampai 07.00 WIB, Jalan Hayam Wuruk yang merupakan jalur utama di sebelah kiri jam 17.00 WIB sampai jam 24.00 WIB.
     
Selain itu, di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa sebelah kiri jalan mulai jam 17.00 WIB sampai jam 24.00 WIB, Jalan Brawijaya yang merupakan pusat perkantoran bagian sebelah kiri jalan, jam 17.00 WIB sampai jam 24.00 WIB, dan sejumlah jalan lain. 
     
"Ada zona yang sebenarnya tidak diperbolehkan berjualan, misalnya di jalur provinsi. Untuk aturan perwali, ada zona jalan dan jam jualan," katanya.
     
Petugas melakukan sosialisasi ke sejumlah lokasi misalnya di Jalan Hasanudin, Jalan Imam Bonjol, Jalan HOS Cokroaminoto dan sejumlah jalan lain. Sosialisasi dilakukan langsung pada para pedagang. Mereka diharapkan berjualan sesuai dengan aturan.
     
Petugas juga terpaksa membawa gerobak yang diletakkan begitu saja di tepi jalan. Setidaknya terdapat dua gerobak untuk berjualan makanan, sejumlah kursi serta kanopi. Seluruh barang itu diangkut menggunakan mobil satpol pp dibawa ke kantor.
     
Gerobak yang baru diangkut itu diturunkan dan disimpan di lokasi kantor Satpol PP. Di lokasi itu, juga sudah ada sejumlah gerobak yang sebelumnya telah dibawa petugas. Gerobak-gerobak itu dipasangi garis polisi, sebagai pertanda barang sitaan.
     
Namun, Nurkhamid mengaku gerobak serta perlengkapan lain yang disita aparat diperbolehkan untuk diambil, dengan syarat pedagang mengambil sendiri gerobak tersebut, dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) serta harus membuat surat pernyataan untuk mematuhi aturan yang berlaku. 
     
"Gerobak boleh diambil, nanti harus menunjukkan KTP dan membuat surat pernyataan," kata Nurkhamid. 
     
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku sebenarnya keberatan jika ada 
pengaturan jam berjualan, sebab langganan mereka sudah banyak. Namun, mereka tidak dapat berbuat banyak, sebab aturan itu sudah diberlakukan. 
     
"Saya ikut saja, tapi lebih baik dicarikan tempat, sehingga kami bisa berjualan dengan leluasa," kata Ika, salah seorang pedagang. (*)

Editor: Tunggul Susilo

 

Sumber : antarajatim.com