logo.png

Inilah Langkah Disperindagtamben Kediri Tata PKL


Kediri (beritajatim.com) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri menunggu pembahasan pedagang kaki lima (PKL) oleh tim khusus. Pembahasan tersebut berkaitan dengan penataan PKL, paska lahirnya Peraturan Walikota Kediri Nomor 37 Tahun 2015 tentang zona waktu berjualan.

Diungkapkan Kepala Disperindagtamben Kota Kediri Yeti Sisworini, apabila Disperindagtamben berjanji akan memberikan solusi secepatnya dalam penataan PKL. Bersama Pemerintah Kota Kediri kini tengah membahas masalah lokasi yang akan digunakan untuk relokasi para PKL.

"Sampai saat ini tidak ada pengalihan bagi PKL yang berada disepanjang jalan protokol. Mereka masih tetap bisa berjualan dengan ketentuan seperti itu," ungkap Yeti Sisworini, Selasa (23/2/2016).

Disperindagtamben menargetkan awal Maret 2016 mendatang, seluruh persoalan PKL khususnya yang berada di sepanjang jalan protokol sudah mendapatkan solusi. Sebab sesuai saran Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, seharusnya, pada Februari 2016 ini sudah selasai penataannya. 

"Sesuai saran Bapak Walikota, pada Februari ini seharusnya sudah selesai. Namun Insyaalloh awal Maret sudah ada solusi. Saat ini kita bersama Satpol PP juga sudah berkoordinasi secara intensif," imbuhnya.

Dalam menyelasaikan persoalan PKL ini, pihak Disperindagtamben menggandeng beberapa akedemisi dari perguruan tinggi lokal. Bahkan koordinasi serta sosialisasi dengan tim dari paguyuban terus dilakukan.

"Mengapa kami menggandeng dengan akademisi dari kediri dalam melakukan penataan PKL, itu karena mereka yang tahu kultur masyarakat kediri. Dan nanti kita akan bertemu dengan seluruh PKL di Kota Kediri," terangnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kediri melahirkan Perwali Nomor 37 tahun 2015 tentang penataan dan pembinaan PKL. Dalam Perwali tersebut telah diatur lima zona waktu dagang bagi PKL. Zona pukul 17.00-05.00 WIB, zona pukul 08.00-12.00 WIB, zona 08.00-17.00 WIB, zona pagi sampai jam 22.00 WIB, dan zona steril. (nng/kun)


Sumber : beritajatim.com