logo.png

BNN Kediri Luncurkan Kurikulum Pendidikan P4GN Terintegrasi


ANTARA News Jawa Timur

 BNN Kediri Luncurkan Kurikulum Pendidikan P4GN Terintegrasi
BNN Kota Kediri luncurkan kurikulum pendidikan P4GN terintegrasi, Selasa (8/3) (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ini ide awalnya kami bahas dengan dinas pendidikan. Kami tidak mau tinggal diam dan berharap pelajaran ini bisa masuk kurikulum," k
 
Kediri (Antara Jatim) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, Jawa Timur, meluncurkan kurikulum pendidikan P4GN (pncegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika) terintegrasi yang diharapkan bisa menjadi rujukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika.
     
Kepala BNN Kota Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati mengemukakan kurikulum ini merupakan yang pertama ada di Jatim, bahkan Indonesia. Di dalamnya ada berbagai macam materi tentang narkotika serta bahaya penyalahgunaannya.
     
"Ini ide awalnya kami bahas dengan dinas pendidikan. Kami tidak mau tinggal diam dan berharap pelajaran ini bisa masuk kurikulum," katanya saat dikonfirmasi dalam kegiatan peluncuran kurikulum pendidikan P4GN di sebuah hotel di Kediri, Selasa.
     
Ia mengatakan kurikulum tersebut sengaja dibuat terintegrasi dan tidak menjadi muatan lokal, sebab jika harus menjadi muatan lokal akan mengurangi pelajaran lainnya. Namun, dengan terintegrasi semua pelajaran bisa disisipkan.
     
Dewi juga mengatakan, pembuatan materi pendidikan P4GN terintegrasi itu juga didukung semua pihak, bahkan saat ini materi itu menjadi salah satu rujukan dari semua BNN di Jatim, bahkan BNN Pusat juga meminta.
     
"Kami berbagai ilmu dengan semua, dan untuk praktisnya kami berikan dalam bentuk CD (compact disc). Bahkan, saat ini nasional (BNN pusat) pun sudah minta," ujarnya.
     
Ia meyakini adanya kurikulum itu akan sangat efektif, untuk mencegah penyalahgunaan narkotika. Sedangkan untuk memantau pemanfaatan dari kurikulum itu, BNN Kota Kediri akan mengadakan lomba di sekolah-sekolah.
     
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jatim Brigjen Pol Sukirman mengatakan adanya kurikulum ini merupakan upaya yang cukup baik dilakukan BNN Kota Kediri. Ia menilai dengan produk itu justru bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
     
Menurut dia, generasi muda menjadi salah satu incaran bagi para pengedar narkotika, padahal mereka merupakan generasi penerus dan harus dijauhkan dari penyalahgunaan narkotika.
     
"Generasi muda itu penerus bangsa, jika terpengaruh narkoba akibatnya negara akan hancur. Program ini (materi pendidikan P4GN terintegrasi) ini pertama dan tentunya akn menjadi contoh. Dan, saat ini dari provinsi ain juga sudah mulai minta," kata Sukirman.
    
Dalam peluncuran itu, juga disertai dengan pengumuman pemenang lomba festival film pendek dan iklan layanan masyarakat anti narkoba. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com