logo.png

Ketika Pemkot Percantik Kantor Kelurahannya


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

IMG_0026

Kantor Kelurahan di Kota Kediri melakukan renovasi total. Targetnya, tahun ini semua kelurahan berbenah. Pelayanan kepada masyarakat pun menjadi baik.
Dibanding tiga tahun lalu, bangunan dan desain interior kantor kelurahan di Kota Kediri sudah berubah. Yang dahulu usang dan terkesan semrawut, kini dipercantik. Selain lebih modern, masuk ke kantor kelurahan sekarang lebih nyaman.

Kabag Humas Pemkot Apip Permana mengakui, dulu bangunan kantor kelurahan tidak representatif. Tidak hanya usang, tetapi bangunannya juga tampak kurang modern. Karena itulah, penataannya pun ala kadarnya. “Kami akui dulu sangat buruk,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Misalnya meja pelayanan. Apip mengatakan, dahulu penataan meja tidak beraturan. Sehingga terkesan semrawut. Selain itu, juga tak mempertimbangkan pelayanan maksimal pada masyarakat. “Mejanya biasa. Tidak khusus meja pelayanan,” ungkap mantan Lurah Jamsaren ini.

Makanya, Apip mengakui, pelayanan menjadi berkurang. Dampaknya masyarakat sering mengeluhkan kondisi kantor kelurahan. Namun, saat ini kondisi itu sudah berubah. “Tidak boleh usang dan semrawut lagi, tetapi harus lebih nyaman dan modern,” tuturnya.

Di awal pemerintahannya pada 2014, Wali Kota Abdullah Abu Bakar memberikan instruksi untuk membenahi semua kantor kelurahan. Akhirnya perintah itu terealisasi setahun lalu. Sebagian kelurahan sudah melakukan renovasi.

Dari 46 kelurahan, Apip menyebut, saat ini ada 14 kantor kelurahan yang sudah direnovasi. Di Kecamatan Mojoroto, ada di Banjarmlati, Bandarkidul, Mrican, Ngampel, dan Tamanan.

Sementara di kecamatan kota, ada Kelurahan Semampir, Dandangan, Banjaran, Kampungdalem, dan Manisrenggo. Untuk Kecamatan Pesantren, yang sudah direnovasi adalah Bawang, Pakunden, Tosaren, dan Tempurejo. “Yang kelurahan lain belum,” ungkapnya. Itu berarti masih ada 31 kelurahan yang belum direnovasi.

Tahun ini, Apip menyebut, sebanyak 31 kelurahan sudah mengajukan anggaran untuk renovasi. Targetnya, akhir 2016 semua kantor kelurahan telah direnovasi. “Tahun ini, semuanya selesai,” tegasnya.

Lalu apa saja yang perlu dibenahi? Menurut Apip, secara fisik, bangunan harus lebih modern. Misalnya pemberian fasilitas AC atau pendingin ruangan dan kursi tunggu yang lebih berkualitas. Di samping itu, meja pelayanan harus khusus. “Kami juga tambah komputerisasi,” ungkap PNS asal Loceret, Nganjuk ini.

Apip mengungkapkan, anggaran renovasi setiap kelurahan tidak sama. Tergantung luas dan kebutuhannnya. Ada yang Rp 80 juta, ada juga yang sampai Rp 100 juta. Hanya saja, wali kota berpesan, kualitas barang yang dibeli harus nomor satu. “Tidak boleh KW (imitasi),” tukasnya.

Selain fisik, lanjut Apip, pemkot juga membenahi sumber daya manusia (SDM). Meski belum mengadakan pelatihan khusus untuk pelayanan, setiap lurah diminta memberitahu stafnya agar lebih ramah melayani masyarakat. “Kami juga harus memangkas jalur birokrasi,” jelasnya.

Perubahan fisik kantor itu, menurut Apip, harus dilakukan sekarang. Pasalnya, pemkot menginginkan pelayanan masyarakat lebih maksimal. Dengan begitu, masyarakat tidak mengeluhkan lagi kantor yang tidak representatif. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net