logo.png

Jalan Pemuda Tempat Alternatif PKL Kediri Berjualan


Jalan Pemuda Tempat Alternatif PKL Kediri Berjualan

Drs. APIP PERMANA, MM

KEDIRI (BM) – Soal penataan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan Kota Kediri, hingga kini belum menemukan solusinya. Tim pemkot dan paguyuban pedagang masih terus mengkaji kendala di setiap jalan.
 
Meski begitu, Perwali No 37/2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL tetap berjalan. Bahkan, Kabag Humas Pemkot Apip Permana mengatakan, pihaknya tidak mencabut Perwali yang mengatur tentang zona waktu berdagang tersebut. Maka sejak diberlakukan tahun ini, pedagang harus tetap mematuhi aturan waktu berjualan.
 
Hanya saja, Apip mengakui, pemkot sekarang masih perlu mengkaji lagi setiap tepian jalan yang digunakan untuk berjualan. Selain tim pemkot, PKL juga melakukan hal yang sama. Itu untuk menemukan setiap persoalannya. 
 
Apip mengungkapkan ada sejumlah kajian sejumlah ruas jalan terkait tempat berjualan PKL yang juga merupakan zona tertib lalu lintas. Misalnya di Jalan Diponegoro, Hasanuddin, Teuku Umar, A.Yani, PK Bangsa, Erlangga, Hayam Wuruk dan Jalan Brawijaya.
 
Seharusnya, menurut Apip, ruas jalan tersebut harus bebas dari PKL. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Tepian jalan itu, saat ini sudah penuh pedagang. Makanya, pemkot perlu mencarikan solusinya.
 
Salah satunya adalah menyediakan lahan yang memadai untuk menampung PKL di masing-masing jalan tersebut. 
 
Sehingga mereka tidak lagi berjualan di bahu jalan atau di atas trotoar. Di samping itu, lanjut Apip pihaknya juga menyediakan lahan kosong di Jalan Pemuda. Di sana, para PKL bisa pindah dan tetap dapat memasarkan dagangannya. “Itu nanti bisa menjadi alternatif relokasi sementara,” ungkapnya. (rkd/bud/nov)

Sumber : beritametro.co.id