logo.png

Puncak Musim Hujan Bergeser Harga Sayuran Di Kediri Bisa Naik


Bisnis Indonesia - bisnis.com

Puncak Musim Hujan Bergeser, Harga Sayuran di Kediri Bisa Naik

Bisnis.com, KEDIRI - Kota Kediri berisiko menghadapi lonjakan harga sayuran pada bulan mendatang akibat mundurnya puncak musim hujan hingga Maret.

Informasi yang diperoleh Badan Pusat Statistik Kota Kediri dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, menyebutkan puncak musim hujan bergeser dari Januari-Februari menjadi Februari-Maret.

Akibatnya, volume produksi di sentra penghasil sayuran berpotensi menurun dan dapat memicu kenaikan harga di Kota Kediri yang merupakan pusat perdagangan besar sekaligus daerah konsumen.

"Potensi kenaikan harga sayuran ini yang perlu diwaspadai. Penurunan harga beras karena beberapa kabupaten mulai panen sebetulnya bisa mengompensasi, tapi ini pun masih jadi pertanyaan karena curah hujan yang sangat tinggi bisa mengganggu kualitas padi," kata Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Kediri Lulus Haryono kepada Bisnis, Senin (14/3/2016).

Sejauh ini, lonjakan harga sebatas ditunjukkan oleh cabai. Namun, kata Lulus, tim pengendali inflasi daerah (TPID) perlu mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga komoditas sayuran lainnya.

Kota Kediri selama ini menjadi pusat grosir beberapa komoditas pangan, seperti beras dari Nganjuk dan Jombang; ayam ras, telur ayam ras, dan sapi dari Kabupaten Blitar; cabai dan tomat dari Kabupaten Kediri dan Blitar; serta bawang merah dari Nganjuk.

Komoditas itu tidak hanya mencukupi kebutuhan Bumi Djojo ing Bojo, tetapi juga dikirim ke Jakarta dan provinsi lain di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Lulus mengatakan, posisi geografis Kota Kediri yang berdekatan dengan daerah produsen pangan tidak selalu menguntungkan kota itu. Saat harga permintaan dari luar kota membubung, harga pangan di Kota Kediri akan melambung karena semua barang dikirim ke luar. Saat itu, tidak tertutup kemungkinan, inflasi Kota Tahu bakal menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Kondisi unik lainnya, saat cuaca buruk dan pengiriman bahan makanan ke luar Jawa terhambat, Kota Kediri bakal mengalami deflasi paling dalam di Jatim karena stok menumpuk di kota itu.

Keadaan itu membuat pergerakan harga pangan di Kota Kediri cenderung fluktuatif. Bulan lalu, Kota Kediri mengalami deflasi 0,3% atau yang paling dalam se-Jatim setelah inflasi 0,5% bulan sebelumnya.


Sumber : kabar24.bisnis.com