logo.png

Bappeda Provinsi Jatim Dorong Kediri Berdayakan Warga Miskin


ANTARA News Jawa Timur

Bappeda Provinsi Jatim Dorong Kediri Berdayakan Warga Miskin
Kegiatan Musrenbang 2017 Kota Kediri di IKCC Kota Kediri, Rabu (16/3). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Di Kediri ternyata masih ada pengangguran dan jumlah warga miskin juga masih 12 ribu KK (kepala keluarga). 2017 pemkot harus bisa meningkatkan pertumbuhan, agar pengangguran berkurang, kemiskinan juga berkurang," 
 
Kediri, (Antara Jatim) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur mendorong Pemerintah Kota Kediri secepatnya membuat terobosan untuk mengatasi warga miskin di kota ini, dengan beragam program pemberdayaan agar mereka menjadi wirausaha.

"Di Kediri ternyata masih ada pengangguran dan jumlah warga miskin juga masih 12 ribu KK (kepala keluarga). 2017 pemkot harus bisa meningatkan pertumbuhan, agar pengangguran berkurang, kemiskinan juga berkurang," kata Kepala Bappeda Provinsi Jatim Fattah Jasin saat di Kediri, Rabu.

Jasin yang ditemui dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) 2017 di IKCC Kota Kediri, mengemukakan pemerintah harusnya membuat beragam program untuk membantu mengentaskan tingkat pengangguran maupun kemiskinan di Kota Kediri.

Ia mengatakan, pemerintah bisa membuat beragam program untuk mengentaskan mereka, salah salah satunya dengan menjadikan mereka sebagai seorang wiraswasta. Pemerintah bisa membuat program pelatihan maupun pemberdayaan lainnya.

"Sekarang ini, bagimana mengurangi masyarakat miskin, penduduk menganggur dengan menggerakkan wirausaha," ujarnya.

Menurut dia, tingkat pengembangan ekonomi di Kota Kediri tidak berbeda jauh dari Jawa Timur, diamana dalam pertumbuhan ekonomi didominasi industri. Hampir 80 persen di Kediri ditopang industri rokok, setelah itu industri olahan makanan minuman, serta perdagangan lainnya.

Jika APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) berorientasi pada kepentingan masyarakat, mereka yang tergabung di industri kecil ataupun mikro bisa lebih bergerak di 2017.

"Saya kira peluang itu harus digerakkan agar pertumbuhan ekonomi tinggi," harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan mengentaskan kemiskinan dan pengangguran bukan hanya menjadi pekerjaan rumah untuk Kota Kediri, melaikan Jatim bahkan Indonesia.

Ia mengatakan, pemerintah harus jeli memerhatikan mereka yang benar-benar bisa dientaskan maupun yang bisa diberdayakan. Untuk yang tidak bisa, pemerintah bisa memberikan terus bantuan supaya hidupnya lebih layak, sementara yang bisa dientaskan seperti remaja diberikan pendidikan ataupun kursus.

"Nanti pemerintah juga akan menggandeng instansi lain. Saya mencoba agar 'CSR' bisa untuk pelatihan untuk warga," ujarnya.

Ia juga mengatakan, pada Musrenbang 2017, beberapa hal menjadi prioritas seperti perbaikan sanitasi maupun pembangunan pasar tradisonal. Untuk sektor lain yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan juga tetap menjadi prioritas utama di Kota Kediri.(*)

Sumber : antarajatim.com