logo.png

Revitalisasi Pasar dan Sanitasi


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

16-musrenbang (1)

KEDIRI KOTA– Pemkot Kediri menyusun sejumlah program kerja prioritas untuk 2017. Salah satunya, pembangunan sanitasi dan revitalisasi pasar. Kemarin, usulan tersebut dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Wali Kota Abdullah Abu Bakar mengatakan, sudah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk tahun depan. Salah satu yang penting adalah pembangunan sanitasi. Sebab, hal itu dapat mencegah banjir dan genangan air ketika hujan. “Sanitasi harus kita buat,” jelasnya.

Abu mengakui, setiap kali hujan, jalanan dan gang di Kota Kediri kerap tergenang. Pemicunya ternyata banyak sanitasi dan selokan tidak berfungsi. “Makanya yang tampak nanti, semua selokan kecil di kota kita perbaiki,” ujarnya.

Selain itu, pemkot juga membuat sudetan ke Sungai Brantas. Sehingga begitu air jatuh, mengalirnya langsung ke sungai. Tidak hanya sanitasi. Abu juga melakukan revitalisasi pasar pada 2017. Yang sudah pasti dibangun tahun depan adalah Pasar Setonobetek. Sebab, infrastruktur pasar yang tidak memadai dapat mempengaruhi kuantitas transaksi. “Yang rusak-rusak harus diperbaiki,” tegasnya.

Program prioritas tersebut di luar bidang pendidikan dan kesehatan. Abu menuturkan, dua bidang tersebut harus tetap diutamakan. Sebab pengaruhnya sangat besar terhadap pembangunan di Kota Tahu. “Bisa meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia),” kata wali kota berlatarbelakang pengusaha ini.

Sebelum musrenbang, Abu berkeliling ke sejumlah kelurahan melalui program Kopi dan Tahu Mas Abu. Dari sana, ia mengetahui Kota Kediri perlu menambah sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di beberapa kelurahan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur Fattah Jasin mengingatkan, supaya usulan program harus mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kota Kediri. Itu merupakan visi-misi wali kota dan wawali selama lima tahun. “Acuannya RPJM,” ujar Fattah.

Di samping itu, lanjut dia, alokasi anggaran tidak lagi menganut money follow function (dana mengikuti fungsi). Tetapi sudah harus money follow program(dana mengikuti program). “Jadi SKPD (satuan kerja perangkat daerah) tidak bisa lagi bilang SKPD kami yang paling banyak anggarannya. Harus benar-benar disusun program kerjanya,” urainya.

Untuk diketahui, musrenbang tingkat kota digelar selama dua hari, 16-17 Maret. Tempatnya di Insumo Kediri Convention Center (IKCC) Hotel Insumo. Agenda tersebut merupakan proses pembahasan terakhir sebelum masuk ke rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2017.

Selain dihadiri Bappeda Jatim, undangan lain adalah badan koordinasi wilayah (bakorwil) II Bojonegoro dan sejumlah anggota DPRD Kota Kediri. Ada pula tokoh masyarakat, agama serta jajaran pejabat di lingkungan pemkot.

Data Bappeda Kota Kediri menyebut, setelah melalui musrenbang kecamatan, total alokasi anggaran yang diusulkan sebesar Rp 177,952 miliar. Itu terdiri atas 535 usulan yang tersebar di tiga kecamatan.

Untuk Kecamatan Pesantren dari 356 usulan, yang jadi prioritas 146 usulan. Di kecamatan kota, dari 334 usulan, prioritasnya 179 usulan. Sedangkan Kecamatan Mojoroto sebanyak 210 usulan dari 382 usulan.

Usulan-usulan di tiap kecamatan terbagi menjadi empat bidang. Menurut Kepala Bappeda Suprapto, bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial terdapat 367 usulan. Di bidang lingkungan hidup, perumahan dan fasilitas umum (fasum) ada 199 usulan. Adapun bidang ketenteraman, ketertiban, dan pelayanan umum yang diprioritaskan 52 usulan. “Yang lain bidang perekonomian dan pariwisata sebanyak 117 usulan,” ungkapnya. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net