logo.png

Perizinan Kota Kediri Salah Satu Terbaik Nasional


 
Harian Bhirawa Online
 
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar SE (Batik biru) saat menjadi nara sumber dalam talkshow yang digelar KPPOD di Jakarta.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar SE (Batik biru) saat menjadi nara sumber dalam talkshow yang digelar KPPOD di Jakarta.

Kota Kediri, Bhirawa.
Sistem perizinan Kota Kediri dinilai sebagai salah satu yang terbaik dari sekian banyak yg diterapkan di kota-kota lain se Indonesia. Kemarin (17/3), Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) mengundang walikota Kediri untuk menjadi narasumber dalam talkshow penyederhanaan izin usaha Wali Kota ini adalah satu-satunnya kepala daerah yang yang menjadi nara sumber yang dihadiri pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta.
Dalam hal ini KPPOD menilai Kota Kediri berhasil membuat terobosan penyederhanaan perijinan, yang berpeluang menciptakan iklim investasi di Kota Kediri. Wali Kota Kediri Abdullah Abu bakar mengatakan, dalam talkshow ini, pihaknya memaparkan capaian Kota Kediri terkait perizinan setelah menerapkan penyederhanaan perijinan guna membuka peluang investasi di Kota Kediri. “Semoga segala upaya kita selama ini untuk mewujudkan Kediri The Service City yang makmur, damai, dan sejahtera mendapat rida dari Allah SWT,” kata dia.
Sebelumnya Mas Abu, sapaan arab Wali Kota mengatakan, meski secara geografis kecil, Kota Kediri memiliki banyak potensi. Wali Kota Abdullah Abu Bakar berharap Kediri menjadi service city. Dia merancang
membangun kantor khusus untuk investor. “BPM akan membuat kantor baru supaya lebih enak, nyaman, dan tenang. Bahkan bisa buat tempat rapat bersama bagi para investor di Kota Kediri,” kata dia.
Lebih lanjut rencananya, kantor baru Badan Penanaman Modal (BPM) akan lebih luas. Pengurusan izin dilakukan dalam satu atap. Sebagai kota tujuan investasi, kata Abu, calon investor perlu mendapatkan informasi mengenai peluang dan potensi Kota Kediri.
Di sisi lain, produk unggulan kota tidak boleh hanya jalan di tempat, melainkan harus go international. “Karena itu, kita kerja sama dengan Pemprov Jatim agar produk local bisa bermain di kancah global,” kata Abu yang berlatar belakang pengusaha ini.
Diketahui trend pertumbuhan ekonomi Kediri terus meningkat dari tahun ke tahun. Rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai angka 7,5 jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 5,7. Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga meningkat. Di tahun 2010, jumlah IKM adalah 2.078, sedangkan di tahun 2014 jumlahnya meningkat hingga 2.213.
Kediri berada di lintasan strategis karena termasuk berada di tengah Jawa Timur. Tepatnya terletak di jalur Surabaya-Tulungagung dan Blitar-Nganjuk. Juga menjadi salah satu jalur dari dan ke Jawa Tengah. [van,adv]


Sumber : harianbhirawa.co.id