logo.png

BI Kediri: TPID Jaga Inflasi Bahan Pangan


ANTARA News Jawa Timur

 
 "Inflasi perlu dikendalikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memberikan kepastian bagi dunia usaha," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menekankan agar terus menjaga inflasi khususnya bahan pangan sebagai salah satu kelompok pengeluaran, dengan harapan daya beli masyarakat bisa terjangkau, kata Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur.
     
"Inflasi perlu dikendalikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memberikan kepastian bagi dunia usaha," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri Djoko Raharto di Kediri, Senin.
     
Ia mengemukakan, di tengah perekonomian yang melemah, pengendalian inflasi khususnya bahan pangan menjadi sangat penting. Selain itu, stabilitas harga juga sangat penting mengingat inflasi menjadi salah satu komponen dalam penghitungan bunga dan kenaikan UMP.
     
"Artinya besar kecilnya inflasi akan turut berkontribusi terhadap daya saing ekonomi suatu daerah. Oleh karena itu, TPID harus menjadi garda terdepan pengendalian Inflasi," tegasnya.
     
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Wilayah Karesidenan Kediri dan Madiun  telah mengadakan pertemuan untuk membahas tentang upaya menjaga stabilitas harga pangan di kantor BI Kediri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan tiga TPID Kota dan 10 (sepuluh) TPID Kabupaten.
     
Sementara itu, Ketua Tim Teknis Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID Edi Prio Pambudi, menegaskan bahwa pengendalian inflasi memerlukan sinergi kebijakan antar lembaga. 
     
Edi mengatakan saat ini telah dilakukan penyusunan pemetaan tentang pengendalian inflasi, yang disusun berdasarkan masukan mengenai permasalahan serta solusi pengendalian inflasi di seluruh Indonesia. 
     
"Kami meminta agar ada saran maupun masukan terkait pemetaan tersebut dapat disampaikan oleh seluruh TPID di Tanah Air," harapnya.
     
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota kediri Yetti Sisworini mengatakan selalu berupaya untuk melakukan sinergi demi mengendalikan inflasi.           
"Untuk pengendalian inflasi kami lakukan melalui instrumen operasi pasar murni pada momen-momen khusus," ujarnya. .
     
Inflasi Kota Kediri dan Madiun pada 2015 masing-masing mengalami inflasi 1,71 persen dan 2,75 persen. Inflasi Kota Kediri termasuk yang terendah di Jawa, dan jauh di bawah angka Inflasi Nasional yaitu 3,35 persen dan angka Inflasi di Jawa yaitu 3,04 persen. (*)

Sumber : antarajatim.com