logo.png

Pemkot Kediri Bina Konsumen Cerdas


 


Pemkot Kediri tengah menggalakkan program konsumen cerdas. (foto : nanang)

Yetty Sisworini, SE, MM: Pemkot Kediri tengah menggalakkan program konsumen cerdas. (foto : nanang)

KEDIRI – Beragam aksi penipuan dalam dunia jasa dan perdagangan yang merugikan konsumen, menjadikan dasar digelarnya sosialisasi kepada warga Kota Kediri untuk menjadi konsumen yang cerdas. Memahami dengan baik dan benar tentang kualitas dagangan dan sejumlah alat ukur timbangan, seperti dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri, Yetty Sisworini, SE, MM.

 Banyaknya keluhan dan kerugian pada masyarakat, diharapkan dengan program ini mampu dikurangi dan ke depan terjadinya sistem jual beli yang saling menguntungkan. Meski pemerintah telah membentuk badan atau lembaga konsumen, namun permasalahan selalu terjadi di lingkungan masyarakat terutama warga tidak mampu.

 “Langkah awal kami mengundang perwakilan warga, sejumlah pemilih toko dan pedagang pasar. Juga perwakilan manajemen toko modern maupun grosir seperti Indomaret, Alfamart dan Transmart agar melakukan pelayanan terbaik dan menghindari terjadinya intrik-intrik yang merugiakan konsumen,” jelas Yetty.

 Program ini tentunya memiliki dasar hukum dengan mengacu UU No. 2/1981 tentang Meteorologi Legal, dijelaskan segala bentuk perdagangan harus  melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standart satuan, metode pengukuran dan pemakaian UTTP.

 “Kita selalu antisipasi terjadinya kecurangan, selain pemeriksaan rutin dan sidak terus kami lakukan dengan instansi gabungan, kami berharap warga Kota Kediri paham atas aturan, hak dan kewajibannya selaku konsumen. Jika memang ada kecurangan, tentunya pihak konsumen harus menyediakan nomer pengaduan. Jika kemudian tidak ditanggapi bisa dibawa ke ranah hukum,” jelas Kabid Perdagangan, Dwi Rahman. (nng)


Sumber : duta.co