logo.png

Program E-Mas untuk Bekal Hadapi MEA


Program E-Mas untuk Bekal Hadapi MEA

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar sangat antusias saat memberikan kursus Bahasa Inggris

KEDIRI (BM) – Dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar punya kiat menarik dengan memberi kursus gratis Bahasa Inggris terhadap para tukang becak dan tukang ojek.
 
Abdullah Abu Bakar mengatakan kursus Bahasa Inggris gratis yang diberikan kepada tukang becak dan tukang ojek ini merupakan salah satu program Pemkot Kediri dalam upaya meningkatkan kapasitas warganya terutama hadapi MEA.
 
Sementara, program tersebut diberi nama English Masive (E-Mas). “English Masive merupakan salah satu program di Kota Kediri dalam rangka meningkatkan kapastas masarakat dalam menghadapi MEA. Sebenarnya terlambat tetapi kita tetap berusaha,” kata Abdullah Abu Bakar, kemarin (28/3).
 
Mas Abu sapaan akrab Abdullah Abu Bakar memandang para abang becak serta tukang ojek di sekitar Stasiun Kediri membutuhkan keterampilan berbahasa inggris. Hal tersebut dikarenakan banyak penumpang dari kalangan turis yang membutuhkan jasa mereka ketika hendak berwisata di Kota Kediri.
 
“Banyak destinasi wisata di sini, siapa tahu mereka bisa mengantarkan wisatawan asing mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut. Yang pasti kegiatan ini akan meningkatka pendapatan mereka,” imbuh Mas Abu.
 
Program E-Mas yang dicanangkan Pemkot Kediri ini ditangani dinas pendidikan setempat. Program tersebut  telah berjalan sejak akhir 2015 lalu. Pemkot berharap, program tersebut semakin berkembang, sehingga setiap RW ada yang memiliki keterampilan Berbahasa Inggris.
 
“Harapan kami, program ini dapat berkembang terus dan volunteer-nya bertambah banyak. Sepenuhnya, program ini dibiayai pemkot. Alokasi dana tersebut untuk membayar volunteer,” imbuh Mas Abu.
 
Menariknya, peserta tampak sangat antusias untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris gratis tersebut. Menurut mereka, kesulitan yang dihadapi dalam belajar Berbahasa Inggris ini adalah faktor usia. Di mana, kebanyakan abang becak yang ikut kursus sudah tidak muda lagi.
 
“Tentunya bisa menambah pengetahuan dan pengalaman untuk tawar menawar tentang becak ke turis asing. Tingkat kesulitannya, karena sudah usia, ya hafalan. Tapi, teman-teman sangat bersemangat. 
 
Materi yang diajarkan mulai perkenalan, tawar menawar becak dan mata uang,” beber Mohammad Fadil.
Sekadar diketahui, kursus Bahasa Inggris gratis tersebut diikuti sedikitnya 20 tukang becak dan tukang ojek. Kegiatan kursus memanfaatkan tempat di Balai RW, Pos Kamling dan area Stasiun Kota Kediri. (bud/adu/nov)

Sumber : beritametro.co.id