logo.png

BI Nilai Perekonomian Kediri Menarik untuk Investor


ANTARA News Jawa Timur

BI Nilai Perekonomian Kediri Menarik untuk Investor
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri Djoko Raharto (kiri) dalam kegiatan forum ekonomi daerah, di kantor BI Kediri, Selasa (29/3). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Dua wilayah ini (Kota dan Kabupaten Kediri) mempunyai keunggulan masing-masing, namun jika dikolaborasikan lebih bagus,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, menilai pereekonomian baik Kota maupun Kabupaten Kediri menarik untuk investor, sehingga perlu ada sinergi lebih baik lagi untuk memajukan potensi daerah.
     
"Dua wilayah ini (Kota dan Kabupaten Kediri) mempunyai keunggulan masing-masing, namun jika dikolaborasikan lebih bagus," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri Djoko Raharto dalam acara forum ekonomi daerah "Sinergi mengakselerasi pembangunan Kediri" di Kantor BI Kediri, Selasa.
     
Ia mengatakan, di berbagai sektor dua daerah ini sangat menarik. Untuk Kota Kediri mempunyai beragam lokasi wisata serta berbagai kemudahan untuk infestasi. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang yang cukup baik dengan memberikan kemudahan dalam berinvestasi.
     
Ia menilai, adanya rencana pengembangan infrastruktur menjadi nilai yang cukup positif. Di Kediri, terdapat rencana pembangunan tempat penginapan yang cukup besar, sehingga jika direalisasikan bisa memberikan dampak positif di sekitarnya.
     
"Jika membangun hotel misalnya, tentunya akan 'multiplier effect', kesejahteraan masyarakat menjadi lebih bagus," katanya.
     
Hal yang sama juga ia nilai untuk Kabupaten Kediri. Dengan berbagai keunggulan potensi di daerahnya, diharapkan bisa menjadi roda penggerak pembangunan menjadi lebih baik.
     
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pemerintah kota memang ingin membuat kebijakan menonjolkan Kediri sebagai kota jasa, dengan memberikan berbagai kemudahan dari pelayanan pemerintah.
    
"Pemerintah akan memberikan pelayanan maksimal, perizinan kami permudah, bahkan ini sudah ada sebelum ada perintah Pak Jokowi," kata Abdullah.
     
Ia mengatakan, proses memberikan kemudahan perizinan di Kota Kediri sudah berlangsung selama 1,5 tahun dan dampaknya cukup bagus. Banyak investor berminat untuk berivestasi di Kediri, yang terbukti dengan pengajuan surat izin yang cukup banyak.
    
Selain kebijakan memberi kemudahan perizinan, Wali Kota juga mengatakan pemerintah juga menggerakkan sektor riil dengan memberikan kemudahan kredit. Di Kota Kediri untuk bunga diturunkan menjadi 4 persen per tahun kepada pelaku UMKM. 
     
"Kami gerakkan sektor riil di perdagangan dan jasa. Kami gelontorkan kemurahan kredit, 4 persen per tahun untuk UMKM.  
     
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Masykuri juga mengatakan pemerintah kabupaten membuka seluasnya investasi di berbagai bidang. Selain pariwisata yang menarik, di sektor pertanian juga sangat terbuka. 
     
Bahkan, pemerintah juga tidak segan memberikan bibit tanaman unggul pada warga, misalnya durian serta kelengkeng. Dengan harapan, bibit-bibit itu nantinya bisa tumbuh subur dan berkembang.
     
"3-4 tahun lagi, Kediri menjadi sasaran untuk berburu buah. Kami berikan bibit unggul khas Kediri. Jadi, nanti ada banyak wisata, di antaranya wisata buah durian, kelengkeng," ujarnya. 
     
Kegiatan forum ekonomi daerah itu dihadiri para pelaku ekonomi seperti dari UMKM, investor, perbankan, maupun akademisi. (*)

Sumber : antarajatim.com