logo.png

Pemkot Kediri Sederhanakan 172 Perizinan Jadi 56


 
Harian Bhirawa Online
 

6-FOTO KAKI van-ADV Walikota Kediri.jpgKota Kediri, Bhirawa.
Pemerintah Kota Kediri dalam menjadikan Kota Perdagangan dan jasa terus memberikan pelayanan-pelayanan secara optimal, diantaranya di dalam perizinan yang ada di Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri. Dalam Perizinan ini Pemkot menyederhanakan dari  172 perizinan menjadi 56 perizinan.
Diungkapkan Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar saat menjadi Nara Sumber dalam seminar yang digelar Bank Indonesia (BI) Kediri yang bertemakan sinergi mengakselerasi pembangunan Kediri mengatakan, Konsep yang ditonjolkan Kota Kediri adalah menjadi Kota Perdagangan dan Jasa (Service city).
“Kita beri kemudahan-kemudahan dari layanan pemerintah, artinya pemerintah akan memberikan pelayanan secara maksimal, contohnya perizinan, ada 172 izin yang disederhanakan menjadi 56, sebelum ada perintah dari jokowi, kita sudah melakukan 1,5 tahun yang lalu.  Dengan penyederhanaan peerizinan ini kita sempat diundang di kedutaan inggris  untuk mempresentasikan ini, mungkin akan disebarluaskan,” kata Wali Kota pada Bhirawa.
Lebih lanjut Pemerintah kota saat ini akan menggerakkan sektor real  mengingat saat ini perekonomian masih banyak ditopang oleh industri rokok, “Kita arahnya memang kesana kita gerakkan sektor realnya , seperti  konsumsi, perdagangan jasa,  untuk itu kota kediri menjadi perdagangan dan jasa ini untuk meredam industri rokok yang setiap tahunnya menurun,” terangnya.
Di tempat yang sama, Kepala BPM Kota Kediri, Priono Kutut, mengatakan dengan penyederhanaan perizinan tersebut  ternyata nbanyak investor yang mulai melirik untuk berin vestasi di Kota Kediri, menurut Kutut ada 3 investor skala nasional yang sudah masuk ini, namun hingga saat ini Pemkot masih melihat isi adendumnya.
“Ada yang mau masuk seperti hitech mall, rumah sakit, bahkan ada investor yang masuk untuk membangun apartemen 20 lantai, kita masih melihat adendumnya dulu, yang jelas banyak investor yang mau masuk,” terang Kutut Triono.
Sementara Kepala BI Kediri Joko Raharto sebagai Inisiator diskusi Pembangunan Kediri ini mengatakan , sinergitas yang bisa dilakukan Terutama infrasturktur dan program kerjanya, di Kota kabuoaten Kediri punya keunggulan masing-masing jika di kolaborasikan akan menjadi bagus dengan.  adanya investor yang masuk itu akan semakin bagus.” Kota kediri menjadi  hap , orang boleh wisata di mana pun, di namun tetap menginap di Kota Kediri,” tandasnya. [van.adv]


Sumber : harianbhirawa.co.id