logo.png

BI: Kota Kediri Dan Kabupaten Sekitar Harus Sinergis


 
Bisnis Indonesia - bisnis.com
 
BI: Kota Kediri dan Kabupaten Sekitar Harus Sinergis
 
 
 
 
Ilustrasi - Perajin menyelesaikan pembuatan sarung tenun motif Luung di salah satu UKM di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (24/6/2015).
Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, KEDIRI -- Bank Indonesia berharap Kota Kediri dan kabupaten di sekitarnya bersinergi dengan keunggulan komparatif masing-masing. 

Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto mengatakan Kota Kediri sebagai pusat perdagangan dan jasa di eks-Karesidenan Kediri merupakan hubungan bagi daerah sekitar. Penduduk Kabupaten Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Nganjuk, datang ke Kediri untuk bersekolah dan berbelanja. 

Di sisi lain, enam kabupaten/kota di sekitarnya merupakan produsen yang memasok berbagai bahan pangan ke Kota Kediri. 

"Di tengah melambatnya perekonomian global, diperlukan sinergi antarpemerintah pusat dan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai potensi masing-masing daerah. Keunggulan komparatif ini diharapkan saling melengkapi," katanya dalam Forum Bisnis 2016 yang digelar BI, Selasa (29/3/2016). 

Di sisi lain, Djoko memandang peran Kota Kediri sebagai kota jasa masih belum lengkap jika belum ada universitas negeri di Kota Tahu.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi beberapa kota bisa terakselerasi berkat keberadaan perguruan tinggi negeri di tempat itu. Sebagai contoh, Kota Madiun dengan Poltek Negeri Madiun yang sebentar lagi menjadi universitas, Kota Malang dengan Universitas Brawijaya, dan Banyuwangi dengaan Universitas Airlangga.

"Rencana pembangunan Universitas Brawijaya di Kota Kediri menjadi penting di sini. Multiplier effect-nya banyak," tuturnya. 

Walikota Kediri Abu Bakar Abdullah mengatakan arah pengembangan Kota Kediri ke depan memang sektor jasa dan perdagangan. Jika tak ada halangan, kata dia, Universitas Brawijaya bakal dibangun tahun ini. 

Pengembangan kedua sektor diperlukan untuk membuat peran sektor-sektor ekonomi lebih merata mengingat selama ini Kota Kediri banyak bergantung pada aktivitas PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). 

"Kami sudah memangkas perizinan dari 172 menjadi 56 izin untuk menarik investasi di kedua sektor. Kalau dulu proses-proses ini ada di setiap SKPD, sekarang ini kami kumpulkan," kata Abu.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Masykuri Ikhsan menyatakan siap menunjang Kota Kediri sebagai Kota Jasa dengan berperan sebagai produsen bahan pokok dan tujuan wisata. Untuk itu, Kabupaten Kediri terus memacu produksi komoditas pangan unggulan, seperti cabai, jagung, sapi perah, dan ikan air tawar. 

Bumi Candra Bhirawa itu juga mengandalkan wisata alam dan budaya yang disatukan dengan produk UMKM. 

 "Kabupaten dan Kota Kediri harus bersinergi untuk mengembangkan ddiri dan membudahkan investasi," kata Masykuri.  


Sumber : kabar24.bisnis.com