logo.png

Pengusaha Cokelat Perluas Usaha dengan Variasi Rasa


ANTARA News Jawa Timur

Pengusaha Cokelat Perluas Usaha dengan Variasi Rasa
Pengusaha cokelat di Kota Kediri, Jawa Timur. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami lakukan inovasi pemasaran, setiap enam bulan sekali keluarkan produk baru," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pengusaha olahan cokelat dengan merek "Cokelat Ibuke" di Kota Kediri, Jawa Timur, menerapkan strategi dengan sering membuat variasi rasa, agar usahanya semakin berkembang. 

"Kami lakukan inovasi pemasaran, setiap enam bulan sekali keluarkan produk baru," kata pemilik usaha olahan cokelat dengan merek "Cokelat Ibuke" Yuyun Trihandini di Kediri, Minggu.

Ia mengaku saat ini persaingan usaha cokelat sangat ketat. Banyak pengusaha yang membuat olahan makanan ini, sehingga ia pun harus siap menghadapi berbagai persaingan usaha.

Namun, ia mengaku tetap optimistis usahanya akan terus berkembang. Hal itu terbukti, dengan omzet yang terus meningkat, bahkan sangat tajam ketimbang saat awal usaha ini dibuat.

Yuyun mengatakan, usaha ini dikelolanya sejak 2014. Ia mengaku senang memasak, sehingga mencoba untuk membuat olahan cokelat. Berbekal dari berbagai ilmu yang didapat dari belajar secara otodidak, ia berani menawarkan olahan cokelatnya.

"Dulu hanya saat ada order saja atau saat lebaran saya buat. Lalu, terus berkembang sampai sekarang," kata warga Jalan Jaksa Agung, Kota Kediri ini.

Ia mengaku, awalnya hanya membuat delapan varian rasa, namun saat ini sudah berkembang menjadi 33 varian rasa. Beberapa varian yang dibuat seperti ada kacang almond, mente, kue, serta buah-buahan. 

"Biasanya, ketika ada varian baru penjualan langsung bagus. Namun, kami tetap memproduksi yang varian lama, sebab pelanggan juga banyak yang suka," katanya.

Yuyun mengaku, awal usaha ini dibuatnya modal yang dikeluarkan tidak besar hanya Rp2 juta. Namun, saat ini usahanya terus berkembang, bahkan omzet juga cukup besar mencapai Rp20 juta per bulan.

Untuk memenuhi pesanan, ia mengaku dibantu rekannya. Selain ada yang membantu di manajemen juga ada yang membantu di bagian membuat olahan cokolat. Untuk tenaga kerja, ada sebanyak tujuh orang.

Setiap hari, mereka memasak cokelat antara 10-15 kilogram yang dibuat dengan beragam rasa. Selain dibentuk batangan, ada juga yang dibentuk berdasarkan karakter. Dengan itu, pelanggan terutama anak-anak kecil akan lebih tertarik.

Ia juga mengaku tidak pantang menyerah dalam mengelola usahanya. Selain membuat varian rasa, ia juga sering mengikuti kegiatan pameran yang dilakukan oleh pemerintah. Bahkan, ia merasa beruntung, ketika pameran barang dagangannya cepat laku.

Untuk harga, Yuyun mengaku olahan cokelat yang dibutnya cukup terjangkau, yaitu mulai harga Rp10 ribu. Selain itu, masih terdapat berbagai macam paket kecil dengan harga sekitar Rp15 ribu. Namun, jika di waktu khusus seperti saat lebaran, akan ada paket khusus yang dijual dengan beragam karakter dan rasa dengan harga sekitar Rp160 ribu. 

Ia berharap, usaha yang dikelolanya ini terus berkembang dan semakin besar. Dengan itu, ia bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi, sehingga warga, terutama di sekitarnya yang belum mendapatkan pekerjaan bisa bekerja. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota kediri Yetti Sisworini mengatakan pemerintah memberikan peluang untuk usaha di Kota Kediri, misalnya mengikutkan pameran.

"Kami mengajak, dan sekaligus ini sebagai peluang mengenalkan usaha mereka," kata Yetti. (*)

Sumber : antarajatim.com