logo.png

Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 DKP Kota Kediri Galang Seribu Tanda Tangan


 
Bangsa Online - Portal Berita Jawa TImur
 
Petugas dan relawan dari tim Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri saat mensosialisasikan Perda Sampah di alun-alun Kota Kediri. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri melakukan gerakan dengan menggalang seribu tanda tangan untuk menargetkan Kota Kediri bebas sampah pada 2020. Dalam kesempatan itu, DKP juga memberikan peringatan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk ikut menyukseskan target tersebut dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.

Gerakan penggalangan tanda tangan tersebut diikuti ratusan relawan kebersihan dan tim dari DKP Kota Kediri yang menyebar di empat lokasi, yakni di Kediri Town Square (Ketos), Jalan Dhoho, Taman Kota Ngronggo dan Alun-alun Kota Kediri.

Dalam aksinya, para kader persampahan juga membawa poster dan selebaran berisi imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan seperti isi perda nomor 3/2015. Mereka mendatangi satu per satu PKL yang berada di 4 lokasi tersebut.

"Mohon maaf bapak, tolong nanti sesudah berjualan sampahnya dibuang pada tempatnya, jangan sampai nanti kena denda Rp 200 ribu gara-gara buang sampah sembarangan," imbau salah satu relawan kebersihan kota Kediri kepada sejumlah PKL di Taman Kota Nggronggo.

Kasi Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah, DKP kota Kediri, Siswanto mengatakan gerakan seribu tanda tangan ini untuk mewujudkan tahun 2020 Indonesia bebas dari sampah.

"Diharapkan masyarakat untuk sadar dan ikut menandatangani partisipasi gerakan ini bersama, dan targetnya sebanyak-banyaknya. Kan Masyarakat kediri cukup banyak," terangnya,

Lebih lanjut, Siswanto mengatakan, dengan adanya peraturan daerah nomor 3/2015 ini, segala macam pengelolaan samapah sudah diatur. Bahkan ada sanksi administrasi bagi pelanggar Perda ini, misalnya jika ketahuan membuang sampah, pelanggar akan diberi sanksi menyapu jalan hingga 500 meter atau denda 200 ribu.

"Untuk sasaran kita kali ini PKL dan para pengunjung di tempat keramaian seperti alun-alun, Taman Kota, Jalan Dhoho dan pusat pembelanjaan," tandasnya. (rif/rev)


Sumber : bangsaonline.com