logo.png

Walikota Kediri Sidak Pelaksanaan Ujian Nasional


 

?

Walikota Kediri Sidak Pelaksanaan Ujian Nasional
 
 

Kediri (beritajatim.com) – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar melakukan inspeksi mendadak (sidak) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Kota Kediri. Dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Siswanto dan kepolisian setempat, Walikota Kediri mengecek satu persatu ruangan kelas yang dijadikan untuk tempat ujian.

Menurut Abdullah Abu Bakar, pelaksanaan UNBK berjalan dengan baik. Tidak ada satupun kendala yang dialami. Bahkan, panitia sudah mempersiapkan dengan baik.

“Pelaksanaan ujian berjalan dengan baik. Kami berharap di tahun mendatang, seluruh sekolah di Kota Kediri dalam menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer,” kata Mas Abu -- panggilan akrab Abdullah Abu Bakar, Senin (4/4/2016).

Dalam kesempatan itu, Mas Abu mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bersama Dinas Pendidikan akan melakukan kunjungan ke beberapa sekolah akhir untuk memberikan dukungan moral. Pihaknya juga menawarkan beasiswa bagi siswa-siswi di Kota Kediri yang berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi (PT) pilihannya.

Selain SMK PGRI 2, rombongan Walikota Kediri juga mendatangi SMA Negeri 5 Kota Kediri. Kedatangan orang nomor satu di ‘Kota Tahu’ diharapkan sebagai bentuk dorongan moral kepada dewan guru, pengawas maupun para pelajar yang tengah mengikuti ujian.

“Bapak doakan kalian mampu menyelesaikan soal ujian. Bapak juga berharap semuanya mendapatkan nilai yang memuaskan,” ungkap tuturnya sewaktu berada di SMAN 5 kota Kediri.

Mas Abu berpesan kepada semua pelajar yang mengikuti ujian untuk tetap juru dan percaya diri. Pemkot, katanya, akan memberikan dukungan material kepada siswa-siswi yang berprestasi namun tidak mampu melajutkan ke jenjang PT. “Bagi siswa siswi Kota Kediri yang berprestasi dan tidak mampu, kita sediakan beasiswa untuk kuliah,” janjinya.

Pemkot memberi syarat mudah bagi mereka. Di antara syarat itu adalah, pelajar tersebut berstatus sebagai warga Kota Kediri. Mereka harus berprestasi di bidang pendidikan. Syarat terakhir, mereka tergolong siswa dari keluarga tidak mampu yang memiliki keinginan kuat untuk mengasah diri di dunia pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswa yang turut serta mendampingi Walikota Kediri menjelaskan, beasiswa untuk para siswa dari keluarga tidak mampu yang ingin menlanjutkan tidak terbatas. “Beasiswa ini sifatnya los (tidak terbatas),” katanya.

Untuk diketahui berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Kediri, Ujian Nasional tingkat SMA sederajat diikuti sebanyak 9.416 ‎siswa. Jumlah itu terdiri dari sistem online maupun manual. Sedangkan untuk SMK sebanyak 5.‎207 siswa. Antara lain, UNBK sebanyak 4.754 siswa, sisanya sistem manual hanya 273 siswa. Sementara untuk siswa SMA dan MA sebanyak‎ 4.389 siswa. Sebanyak 2.370 siswa menggunakan sistem online ‎dan sisanya menggunakan sistem manual. (adv/hms)


Sumber : beritajatim.com