logo.png

22 Lembaga Sekolah di Kota Kediri Masih Ujian Sistem Manual


 
Bangsa Online - Portal Berita Jawa TImur
 
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama kepala Dinas Pendidikan saat sidak pelaksanaan ujian nasional di SMK PGRI 2 Kota Kediri. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Meski tahun ini sudah banyak para siswa yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), namun di Kota Kediri masih ada 22 lembaga sekolah yang mengikuti ujian nasional dengan sistem manual atau kertas (Paper Based Tes).

Sesuai data, 22 lembaga sekolah yang masih ujian nasional dengan sistem manual atau PBT terdiri dari 12 SMA swasta, 5 SMK dan 5 madrasah Aliyah (MA).

Adapun untuk jumlah peserta Jumlah Peserta SMA/MA sebanyak 4.389 anak. Untuk UNBK 2.370 anak dan PBT 2.019 anak. Sementara SMK dikuti 5.027 anak, dengan rincian yang UNBK 4.754 anak dan PBT 273 anak.

Dengan masih adanya beberapa siswa yang ujian dengan sistem manual atau PBT, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar optimis tahun depan, semua lembaga sekolah di Kota Kediri sudah berbasis komputer semua atau UNBK.

“Masih ada beberapa lah yang manual. Tahun depan Insya Allah sudah sistem komputer semua,” ujarnya saat ditemui disela sidak di SMK PGRI 2 Kediri, Senin (4/4).

Abu Bakar mengaku lebih suka dengan sistem UNBK. Sebab, ada 500 kombinasi soal dan peserta tidak bisa contekan. “Kalau saya lebih suka model ujian seperti ini, para siswa bisa tenang dan percaya diri, karena tidak bisa contekan, mengingat ada 500 kombinasi soal yang diacak,” ujarnya.

Dari pantauan yang dilakukan Wali Kota bersama dinas pendidikan, tidak ada trouble maupun adanya gangguan karena server putus atau listrik mati.

“Kami juga cek semuanya, dan hasilnya Alhamdulillah lancar dan tidak ada kendala. Genset-genset jika listrik mati juga sudah disiapkan. Jadi pelaksanaan ujian kali ini relatif lancar,” ujar Abu Bakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengaku, dengan sistem UNBK, tujuan Pemerintah untuk mencetak siswa jujur akan tercipta. “Dengan UNBK ini, siswa akan jujur, karena tidak bisa Menyontek, mengingat ada banyak kombinasi soal,” ujarnya. (rif/rev)


Sumber : bangsaonline.com