logo.png

Wali Kota Berharap Hasil Ujian Nasional Bisa Maksimal


ANTARA News Jawa Timur

  Wali Kota Berharap Hasil Ujian Nasional Bisa Maksimal
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memantau kegiatan UN di SMK PGRI II Kota Kediri, Senin (4/4). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Sampai sekarang belum ada laporan masalah, dan saya lihat semua berjalan aman, lancar. Soal juga diacak ada 500 kombinasi acakan dan tidak sama, jadi semua aman,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap para peserta ujian nasional (UN) mengerjakan soal dengan baik, sehingga ke depan hasil UN di Kota Kediri, Jawa Timur, juga bisa maksimal.

"Saya berdoa agar hasil UN lebih bagus lagi, siswa siswi tidak ada yang kesulitan ujian ini," katanya saat meninjau pelaksanaan UN di SMK PGRI II Kediri, Senin.

Ia mengatakan, dari hasil pantauan sekolah juga telah berupaya maksimal menyelenggarakan soal UN, mulai dari proses pengunduhan soal hingga menyiapkan ujian bagi anak-anak. Selain itu, sekolah juga telah menyiapkan mesin genset sebagai antisipasi jika listrik padam. 

Wali Kota juga mengatakan sampai saat ini belum ada laporan adanya masalah serius dalam pelaksanaan UN di hari pertama ini. Ujian saat ini berjalan dengan tertib dan lancar.

"Sampai sekarang belum ada laporan, dan saya lihat semua berjalan aman, lancar. Soal juga diacak ada 500 kombinasi acakan dan tidak sama, jadi semua aman," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI II Kota Kediri Harun mengatakan sekolah memang sudah melakukan persiapan dengan maksimal sebelum menyelenggarakan UN berbasis komputer ini.

"Kami sudah siapkan, dan selalu memantau jika ada kendala. Kami siapkan genset, komputer, dan saat ini semua dalam kondisi baik," katanya.

Di sekolahnya, terdapat lima ruang kelas yang dimanfaatkan untuk ujian tersebut, sementara jumlah siswa yang mengikuti ujian ada 401 siswa. Karena masih terbatasnya sarana, untuk kegiatan ujian dilakukan dalam tiga waktu, yaitu pagi, siang, dan sore.

Untuk setiap ruang kelas, terdapat guru pengawas yang mengawasi proses ujian di ruang kelas. Setiap siswa juga mendapatkan komputer sendiri serta ada pembatas di setiap komputer, sehingga meminimalisir saling mencontek.

Selain itu, untuk setiap siswa juga tidak dibolehkan membawa tas sekolah masuk ke dalam ruang ujian. Seluruh tas diletakkan di tempat khusus dijadikan satu, sehingga tidak mengganggu kegiatan ujian. 

Proses ujian di hari pertama ini adalah Bahasa Indonesia. Para pelajar konsentrasi mengerjakan soal ujian dengan menggunakan komputer tersebut. Aktivitas mereka sempat terhenti ketika rombongan dari Wali Kota Kediri masuk ke dalam ruang kelas dan menyapa mereka. Namun, tidak berapa lama, para pelajar itu melanjutkan lagi mengerjakan soal ujian. 

Di Kota Kediri, jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK/MA mencapai 9.416 pelajar. Dari jumlah itu, peserta UN SMK mencapai 5.207 anak. Selain itu, di Kota Kediri belum semua sekolah menyelenggarakan UN berbasis komputer. Secara keseluruhan yang menggunakan komputer adalah untuk SMAN terdapat delapan sekolah, SMK negeri dan swasta sebanyak 21 lembaga. 

Dinas Pendidikan Kota Kediri juga menggelar uji coba atau "try out". Dari hasil ujian itu, belum seluruhnya maksimal. Untuk itu, dinas juga berharap hasil ujian kali ini bisa lebih maksimal lagi. (*)

Sumber : antarajatim.com