logo.png

Walikota Kediri Pimpin Upacara Penerimaan Prajurit TNI Amankan Perbatasan Indonesia-Malaysia


 


Reporter : Nanang Masyhari
Walikota Kediri Pimpin Upacara Penerimaan Prajurit TNI Amankan Perbatasan Indonesia-Malaysia
 
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama prajurit TNI AD

Kediri (beritajatim.com) - Setelah menjalankan tugas jaga wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia selama 9 bulan 20 hari, sebanyak 350 orang prajurit TNI AD kembali ke Batalyon Infanteri (Yonif) 521 Dadayudha Kediri. Para prajurit pulang dengan selamat.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam menerima kedatangan para prajurit Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Satuan Tugas (Satgas) 521 Dadayudha tersebut.


Dalam sambutannya Mas Abu -- panggilan akrab Walikota Kediri menuturkan, prajurit Yonif 521 merupakan kebanggan masyarakat Kota Kediri.

"Semoga setelah pulang dari tugas operasi menjadikan prjurit semakin matang," ujarnya.

Mas Abu menambahkan tugas yang dilaksanakan oleh prajurit ini merupakan tugas yang sangat berat dalam mengamankan batas negara.

"Saya beserta masyarakat Kota Kediri berharap dengan tugas yang telah dilakukan bisa dijadikan motivasi," ungkapnya.

Dalam upacara penerimaan ini hadir pula Muspida Kota dan Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Komandan Yonif 521 Kediri Letkol Inf Slamet Winarto mengatakan, para prajurit mengamankan perbatasan Indonesia dan Malaysia tepatnya di Kalimantan Timur di Kabupate Nunukan, di daerah Sebatik, Pulau Nunukan dan Pulau Kalimantan.

"Kurang lebih 4.087 patok batas yang mereka jaga. Alhamdulillah, selama ini tidak ada masalah. Memang ditemukan faktor patok yang rusak dan miring, tetapi itu karena alam. Beberapa patok atas perintah Pemerintah Pusat sudah dipasang chip, sehingga bisa langsung dipantau dari satelit," jelasnya.

Ditambah olehnya, di lokasi perbatasan yang dijaga tidak dapat dikatakan aman. Oleh karena itu, para prajurit harus siaga terus. Sebab, disana sering terjadi penonjolan situasi yang disebabkan adanya TKI illegal, maupun penyelundupan narkoba dan obat-obatan terlarang.

"Kok bisa masuk ke Indonesia? Ya, karena jalan tikusnya banyak. Tetapi kita tetap solid, kalau memberantas tidak, tetapi menekan terus kita lakukan. Kita juga melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, bea cukai, tokoh agama dan tokoh adat. Semua kita jalin dengan baik," bebernya.

Selama 9 bulan 20 hari bertugas, katanya, para prajurit berhasil mengamankan sejumlah TKI ilegal, narkoba, minuman keras dan juga senjata api.

"Alhamdulillah beberapa pucuk senjata api sudah kita amankan, kurang lebih 18 buah. Kita juga amankan miras yang kemarin kita hancurkan. Kemudian sabu hampir satu kilogram serta beberapa orang ilegal kita mengamankan buronan Malaysia," jelasnya.

Diakui oleh Slamet, selama bertugas di wilayah perbatasan, anggotanya mengalami beberapa kendala. Diantaranya adalah medan lokasi yang bervariasi, serta kendala rasa kangen anggota terhadap keluarganya. (adv/hms)


Sumber : beritajatim.com