logo.png

SMK PGRI II Kediri Miliki Bank Sendiri


 

KEDIRI -- SMK PGRI II Kediri, Jawa Timur, telah memiliki bank sekolah sejak tiga tahun lalu. Bank sekolah berfungsi sebagai tempat siswa dan siswi SMK tersebut menabung. "Sejak sekitar tiga tahun, semua aktivitas keuangan dilewatkan bank sekolah yang kami namai Bank Mini Tangguh sesuai kesepakatan para guru," kata Kepala SMK PGRI II Kediri Harun, Selasa (5/4).

Harun mengemukakan, bank sekolah itu melayani semua aktivitas keuangan, seperti gaji guru, pembelian berbagai keperluan, dan pembayaran uang SPP sekolah. Bendahara SMK PGRI II Kediri sekaligus pengelola bank mini, Naning, mengemukakan, setiap tahun terdapat perkembangan yang cukup baik. Bahkan, omzet bank pada 2015 bisa mencapai sekitar Rp 40 juta yang merupakan hasil pembayaran anak-anak serta simpanan dan pinjaman.

Naning mengatakan, di bank mini juga diterapkan seperti model bank konvensional. Bahkan, jika ingin mengajukan pinjaman pun akan diterapkan model seperti bank konvensional. Menurut dia, banyak murid maupun guru yang menabung di bank ini, bahkan tabungan mereka juga cukup besar, hingga belasan juta rupiah.

Setiap simpanan, kata dia, juga mendapatkan bunga dengan besaran hingga 0,8 persen per tahun. Pembayaran bunga ini akan dilakukan pada akhir tahun dan diakumulasi dari uang tabungan yang bersangkutan. "Untuk simpanan, minimal Rp 5.000 hingga tidak terbatas. Mereka bisa menyetorkan ke bank mini di setiap jam pelayanan, sesuai dengan jam sekolah," kata Naning.

Selain aktivitas penyimpanan, juga ada pinjaman. Untuk aktivitas ini, pihak bank juga menerapkan biaya administrasi sebesar 0,5 persen di awal dan untuk bunganya sebesar 0,8 persen yang diberikan setiap bulan. "Yang mengajukan pinjaman juga banyak, tapi mayoritas ibu dan bapak guru," katanya.

Naning menambahkan, pihak bank juga memberikan berbagai macam hadiah yang diundi setiap akhir tahun. Bahkan, hadiah yang diberikan juga beragam sampai barang elektronik. Naning mengaku, mengelola bank mini ini salah satu solusi yang cukup baik. Selain administrasi keuangan yang berjalan baik, juga memudahkan siswa dalam pembayaran serta pemberian uang.

Setiap setoran baik untuk pengajuan utang, pembayaran, maupun tabungan juga didesain seperti bank konvensional, sehingga memudahkan petugas untuk melakukan rekapitulasi. Setiap kelas, kata dia, juga mendapatkan saldo khusus sebesar Rp 100 ribu. Uang itu, bisa dicairkan asalkan ada tanda tangan dari wali kelas. "Semoga, bank ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain, terutama sekolah kejuruan. Dengan ini, bisa melatih siswa-siswa jurusan akuntasi dalam hal keuangan," kata Naning.

Bank Indonesia (BI) Kediri, Jawa Timur, menilai, perekonomian Kota maupun Kabupaten Kediri menarik untuk investor. Sehingga, perlu ada sinergi lebih baik lagi guna memajukan potensi daerah. "Dua wilayah ini (Kota dan Kabupaten Kediri) mempunyai keunggulan masing-masing, namun jika dikolaborasikan lebih bagus," kata Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto, belum lama ini.

Kota Kediri mempunyai beragam lokasi wisata serta berbagai kemudahan untuk infestasi. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang yang cukup baik dengan memberikan kemudahan dalam berinvestasi. Djoko menilai, adanya rencana pengembangan infrastruktur menjadi nilai yang cukup positif. Di Kediri, terdapat rencana pembangunan tempat penginapan yang cukup besar, sehingga jika direalisasikan bisa memberikan dampak positif di sekitarnya.  antara, ed: Andri Saubani


Sumber : republika.co.id