logo.png

Ada 3 Investor yang Sudah Tanamkan Investasinya


 
 

Ada 3 Investor yang Sudah Tanamkan Investasinya

Eks Lokalisasi Semampir Kota Kediri yang akan diubah menjadi tempat wahana rekreasi dan mall.

KEDIRI (BM) – Pemkot Kediri masih belum terbuka perihal tiga investor yang akan masuk ke Kota Kediri untuk menanamkan inventasinya untuk membanahi lokalisasi Semampir.
 
Namun, sinyalemen kuat para investor itu akan berinvestasi di Kota Kediri, sudah tersirat. Seperti yang diungkapan Kutut Tri Cahyono Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri.
 
Menurut Kutut, tiga investor yang masuk di Kota Kediri, rencananya akan membangun mall besar sekelas Hi Tech Mall, rusunawa sekelas apartemen dan juga rumah sakit. Adapun realisasinya, diperkirakan dalam tahun ini sembari menunggu langkah lebih lanjut.
 
“Investor memang ada tiga dan rencananya akan membangun apartemen, mall yang sangat besar  dan rumah sakit. Namun, untuk konkretnya dan relalisasi, kami belum bisa menjabarkan secara detail. Karena masih menunggu petunjuk dari walikota,” katanya, kemarin (8/4).
 
Saat ditanya tentang tempat, apakah memakai lahan eks lokalisasi Semampir, Kutut enggan menjabarkan, melainkan hanya menjawab akan mencari lahan luas yang dirasa cukup dan memadai untuk membangun tiga fasilitas mega proyek tersebut.
 
“Mohon maaf, kalau tempat  yang akan dijadikan acuan para investor untuk menanamkan invetasinya, saya belum bisa menjabarkan lebih jauh. Pastinya, menunggu informasi lebih lanjut saja,” imbuhnya.
Terpisah, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri menambahkan memang untuk acuan ke depannya eks lokalisasi Semampir bakal dijadikan wahana hiburan keluarga yang lengkap dengan segala fasilitas di dalamnya.
 
Di antaranya, kata Nurkhamid ada Gedung Islamic Centre, rumah susun yang wujudnya semacam apartemen. Lalu, taman bermain lengkap, meliputi taman bermain hijau dan juga wisata air yang kesemuanya akan dikemas lengkap beserta aneka ragam, tempat perbelanjaan di dalamnya.
 
“Fungsi kami sebagai petugas penegak perda hanya mengacu Surat Gubernur Jatim Nomor 460/7705/031/2014 tentang Penanganan dan Penutupan Lokalisasi hingga dilanjutkan dengan keputusan Walikota Kediri Nomor 188.45/251.419.16/2014 tentang Tim Penanganan Terpadu, Penanganan eks Lokalisasi Semampir,” beber Nurkhamid, Jumat (8/4).
 
Lebih jauh, dikatakan Nurkhamid, mengacu keputusan tersebut pihaknya juga sudah melakukan serangkaian aksi penegakkan yakni dengan melakukan serangkaian razia secara berkala, hingga memberikan efek jera terhadap para penghuni di eks lokalisasi Semampir yang masih membandel.
“Keluarnya  peraturan itu kami juga sudah melakukan serangkaian aksi, hingga terbukti memberikan dampak jera terhadap para penghuni eks lokalisasi Semampir,” imbuhnya.
 
Ditambahkan dia, awalnya sesuai catatan di data Satpol PP ada 200 PSK dan kini hanya tinggal 150 PSK yang masih bertahan. “Untuk itu, kami terus gencar melakukan razia hingga target pengosongan, sembari melakukan sosialisasi agar PSK segera meninggalkan tempat ,“ pungkasnya.
 
Sementara, dari ungkapan Sekkota Kediri Budwi Shunu Hernaning pihaknya menepis anggapan adanya respon Pemkot Kediri yang dibilang lamban. Melainkan, pihaknya masih menunggu Fesibility Study (FS) tentang peruntukkan eks lokalisasi Semampir ke depannya. (bud/nov)

Sumber : beritametro.co.id