logo.png

DKP Kota Kediri temukan puluhan ton sampah bambu dan triplek di gorong-gorong


LENSAINDONESIA.COM: Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri temukan tumpukan sampah di bekas proyek pembangunan gorong-gorong. Tak tanggung-tanggung menyubat saluran air tersebut sampai sebanyak puluhan truk.

Dugaan sementara, sampah berupa potongan bambu dan triplek bekas bangunan tersebut tidak diangkat keluar atau dibersihkan oleh pihak rekanan Dinas PU Kota Kediri ketika proyek selesai dikerjakan.

“Bambu dan triplek itu mungkin bekas begesting (bekisting) penyangga cor gorong-gorong yang tak diambil oleh pelaksana proyeknya. Saya yakin sampah itu berasal dari proyek karena yang kami temukan cuma bambu dan triplek. Tidak mungkin warga ramai-ramai membuang sampah triplek dan bambu sebanyak itu ke gorong-gorong,” Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri Endang Kartika Sari saat ditemui LICOM di ruang kerjannya, Selasa (13/04/2016).

Adanya puluhan ton sampah yang menyumbat saluran gorong-gorong ini diketahui saat DKP melakukan survei lapangan karena banyaknya kawasan yang banjir.

Endang menjelaskan, berdasarkan penelusuran Maret hingga April ini, sampah sisa proyek gorong-gorong tersebut ditemukan di beberapa titik. Diantaranya di Jl. Agus Salim, Jl. Dhoho. Jl. Kilisuci dan Patimura.

“Kawasan lain masih belum kita cek. Di jalan Kilisuci, sampah yang diangkut sampai tiga truk, banyak bambu dan triplek bekas bekisting. Kalau begini ya berarti rekanan yang mengerjakan tidak profesional,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala DPU Kota Kediri Kasenan saat dikonfirmasi melalui telepon tidak memberi jawaban.

Diketahui, proyek gorong gorong yang menelan anggaran puluhan miliar dibangun pada 2015 lalu itu memakai master plan 2003.

Pekerjaan proyek tersebut juga ditemukan ditemukan banyak kesalahan sebab memakai gambar lama. Disamping itu juga ditemukan bangunan yang ambrol.

Sementara Kejaksaan Negeri Kota Kediri yang beberapa waktu lalu menyelidiki amburadulnya proyek gorong-gorong itu saat ini juga ‘adem-ayem’. Hingga saat ini tidak ada tindak lanjut.@andik kartika


Sumber : lensaindonesia.com