logo.png

Urung Diperiksa Proyek Gorong-gorong Tuai Masalah Baru


Urung Diperiksa, Proyek Gorong-gorong Tuai Masalah Baru

Ilustrasi

KEDIRI (BM) – Pasca menuai masalah terkait  pembangunan proyek gorong-gorong di wilayah Kota Kediri, ternyata Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat melakukan penyelidikan.
 
Kabar terbaru, sekarang ini banyak potongan bambu dan triplek bekas bangunan di dalam gorong-gorong, Sepertinya, rekanan dari Dinas PU Kota Kediri yang mengerjakan tersebut enggan membersihkannya.
 
Alhasil, jadi pemicu terjadi banjir saat hujan dan meluber ke jalan raya. Seperti yang dikatakan Kasi Saluran dan Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Eko Budi Santoso, memang pihaknya sempat melakukan kroscek di beberapa titik gorong-gorong pasca dibangun.
 
Hasilnya, pihaknya mendapati bekas begesting atau bekas penyanggaa cor dan bambu yang tertinggal di dalam gorong-gorong. Lebih jauh dipaparkan Eko Budi, setidaknya bekas triplek dan bambu itu telah dibersihkan di dalam gorong-gorong.
 
Ternyata ada puluhan kuintal sampah yang diangkut mobil pick up. Dari kondisi itu, pihaknya juga merasa kecewa dengan ulah rekanan yang terkesan tidak peduli dampak bahan bangunan yang tertinggal itu. 
 
“Berdasarkan penelusuran kami, sampah sisa proyek ada di beberapa titik. Di antaranya, di Jalan Agus Salim, Dhoho, Kilisuci dan Patimura. Kawasan lain belum kami cek secara langsung,“ pungkasnya.   
 
Sementara itu, pembangunan gorong-gorong dalam pengerjaannya seharusnya rampung pada Desember 2015 lalu. Tapi, mengalami kemoloran hingga memasuki Januari 2016. Dugaan sementara, proyek yang dibiayai APBD Kota Kediri Rp 12 miliar, yang difokuskan di 21 titik itu banyak yang rusak. (bud/nov) 

Sumber : beritametro.co.id