logo.png

Menteri Yohana Apresiasi Penanganan Kasus Asusila di Kediri


ANTARA News Jawa Timur

Menteri Yohana Apresiasi Penanganan Kasus Asusila di Kediri
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (dua dari kiri) saat bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise di Kediri, Jawa Timur, Senin (18/4). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Beliau mengapresiasi pada pemkot dan sistem peradilan pidana yang berlaku, dimana prosesnya lebih cepat," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengapresiasi kinerja dari aparat penegak hukum serta dari pemerintah daerah dalam penanganan kasus asusila dimana korbannya adalah anak-anak.

"Beliau mengapresiasi pada pemkot dan sistem peradilan pidana yang berlaku, dimana prosesnya lebih cepat," kata Kepala Polres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko Baiin di Kediri, Jawa Timur, Senin.

Kapolres menegaskan, kedatangan Menteri Yohana ke Kota Kediri salah satunya ingin memantau langsung kasus asusila yang terjadi pada sejumlah anak di Kota Kediri. Kasus itu melibatkan seorang pengusaha di Kediri. 

"Beliau khusus datang untuk melihat apakah proses yang ditangani sudah berjalan sebagaimana yang ditangani atau tidak. Dan, beliau mengapresiasi proses hukum yang berjalan sudah sampai dengan tuntutan," tegasnya.

Kapolres juga menambahkan kasus asusila yang terjadi pada anak tidak meningkat dengan drastis di Kota Kediri. Namun, secara jumlah, ia mengaku belum mengetahui data dengan pasti, sebab data ada di bagian reserse dan kriminal. Ia tetap menegaskan kasus asusila memang terdata terjadi. 

Menteri Yohana bertemu dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan jajarannya, Kepala Polres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko Baiin, serta sejumlah lembaga pendampingan anak. 

Selain kunjungan kerja, Menteri Yohana juga ingin memastikan terkait dengan kasus asusila yang terjadi pada anak di Kota Kediri yang melibatkan seorang pengusaha di Kediri, SS.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pemerintah juga mempunyai perhatian untuk ikut mendampingi para korban asusila. Ia mengaku pemerintah juga bergerak cepat untuk penanganan masalah itu.

Wali Kota mengatakan, awalnya sempat kesulitan untuk melakukan pendampingan pada korban asusila, sebab harus ketika harus bertemu dengan anak korban asusila sempat tidak diperbolehkan oleh lembaga pendamping. Namun, saat ini masalah itu sudah tuntas.

"Ke depan harus bersama-sama, sebab dengan itu bisa menyelesaikan masalah anak," katanya.

Wali Kota juga menegaskan, lembaga pendidikan di sekolah juga sudah mempunyai lembaga pendamping dengan konseling teman sebaya. Dengan itu, mereka bertugas mendampingi anak yang jika ada masalah pada anak, misalnya
kekerasan pada anak, korban "buli", sampai jika ada anak-anak yang dipekerjakan.( *)

Sumber : antarajatim.com