logo.png

Walikota Kediri Sambut Kunjungan Menteri PPPA


?

Reporter : Nanang Masyhari
Walikota Kediri Sambut Kunjungan Menteri PPPA
 
 

Kediri (beritajatim.com) – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyambut kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise di Kota Kediri.

Menteri Yohana beserta rombongan tiba di Balai Kota Kediri, sekitar pukul 10.00 WIB. Bu menteri langsung disambut oleh Walikota bersama Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Kapolres Kediri Kota Bambang Wijanarko Bain dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA).

Dalam kesempatan itu, Yohana bertemu dengan beberapa orang anak yang menjadi korban kekerasan oleh seorang pengusaha Soni Sandra. Pertemuan berlangsung secara tertutup di rumah dinas Walikota Kediri.

Yohana mengaku, memberikan apresiasi positif kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan juga penegak hukum yang terlibat langsung dalam proses pemberantasan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kerja pemerintah dan penegak hukumnya sudah bagus dalam menindak terdakwa (Soni Sandra, red),”ungkapnya didampingi Walikota Kediri dan Kapolres Kediri Kota.

Menurutnya, kunjungan kali ini, memang sengaja untuk bertemu langsung dengan beberapa orang korban. Menteri memberikan dukungan secara moral sekaligus memantau langsung kerja pemerintah dan penegak hukum. Pihaknya sangat berharap, agar kasus ini tidak akan pernah terjadi lagi di Kota Kediri.

Perlu diketahui, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyatakan Kota Kediri sudah mampu menjadi kota layak anak, dan memprioritaskan program-program untuk lebih memerhatikan hak anak, dan tidak mendiskriminasikan mereka.

"Anak itu generasi penerus keluarga. Anak harus dibina, dididik, diasuh, guna mencegah tindak kekerasan pada anak," katanya dalam saat acara pencanangan gerakan 'Kediri layak anak' di lapangan Brigif 16/Wirayudha Kediri beberapa waktu sebelumnya.

Mas Abu, sapaan akrabnya menambahkan, pemerintah berusaha untuk membuat program-program yang mengutamakan prinsip yang baik, dengan menjamin hak anak, seperti hak mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan sejumlah hak lainnya.

Program itu sengaja disusun untuk lebih menyentuh pada kebutuhan dan hak anak dan tidak mendiskriminasikan mereka. Bahkan, saat ini, angka buta huruf di Kediri yang saat ini sudah nol, sehingga orang tua pun bisa membantu anak mendampingi saat belajar.

"Saya sudah instruksikan agar seluruh 'stake holder' aktif kembangkan Kediri sebagai kota layak anak," ujarnya.

Pihaknya mengaku prihatin dengan maraknya kasus yang terjadi pada anak, misalnya terlibat tawuran antarpelajar, terlibat tindak kriminal, ataupun terpengaruh mengonsumsi narkotika.

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Wali Kota mengaku juga sudah mempunyai rencana untuk menjadikan Kediri sebagai tempat yang lebih baik untuk anak, di antaranya dengan membuat tempat yang lebih mendukung kegiatan anak, salah satunya dengan membuat hutan kota.

Rencananya, hutan kota akan dibuat di areal Joyoboyo, Kediri. Dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang mendukung kegiatan anak, seperti perpustakaan, taman pintar, tempat permainan anak, serta berbagai wahana yang lebih mendidik lainnya.

Dirinya berharap, dengan kegiatan itu, bisa lebih mengarahkan anak pada kegiatan positif dan mencegah mereka terlibat dalam hal yang negatif, seperti terlibat penyalahgunaan narkotika, ataupun tindak kriminal lainnya. (adv/hms)


Sumber : beritajatim.com