2016-04-19_19.42.40ADAKITANEWS, Kota Kediri – Ketua Rukun Tetangga (RT) da Rukun Warga (RW) dianggap menjadi ujung tombak wujudkan kerukunan umat beragama di Kota Kediri. Demikian disampaikan Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah saat membuka Kegiatan Sarasehan Kerukunan Umat Beragama, Selasa (19/04).

Acara sarehan dilakukan di ruang Jayabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri ini dihadiri bertemakan “Merajut Persaudaraan Dan Kerukunan Antar Umat Beragama di Kota Kediri”. Perwakilan ketua RT dan RW se Kota Kediri hadir menjadi peserta, serta jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri.

Ning Lik sapaan akrab salah satu putri pengasuh pondok pesantren di Kota Kediri mengatakan, berbagai macam penganut agama dan kepercayaan ada di Kota Kediri. Namun, keberagaman itu justru membuat Kota Kediri sejuk, damai, dan kondusif. Hal ini tercermin dari beberapa tempat peribadatan yang lokasinya berdekatan, warga Kota Kediri dapat berdampingan dan saling tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Spirit kebersamaan seperti ini, tentunya harus tetap kita pertahankan. Dan dengan adanya sarasehan ini, semoga mampu meningkatkan kedewasaan berfikir dan kedewasaan bersikap masyarakat, dengan meningkatkan pemahaman warga tentang adanya perbedaan keyakinan dalam beragama sebagai takdir yang maha kuasa,” ujarnya

Lebih lanjut, Ning Lik berharap, dengan hadirnya perwakila RT dan RW pada forum tersebut mampu menjalin komunikasi dengan baik dan pengawasan bersama dengan tokoh agama di wilayah masing-masing menjadi. Pasalnya, merekalah jembatan menuju masyarakat yang rukun, tenteram, dan damai.

“Hal ini penting karena selain membatasi ruang gerak paham yang menyimpang, juga melaui sinergi ini, kita juga dapat mengantisipasi dini adanya permasalahan yang mungkin ada di Kota Kediri,” kata Lilik Muhibbah Wakil Walikota Kediri

2016-04-19_19.43.09Ning Lik menambahkan, jika konflik di intern tersebut bisa segera diatasi, masalah yang lebih besar tidak akan terjadi. “Jangan sampai konflik antar umat beragama yang mungkin ada di masyarakat dan seharusnya dapat diselesaikan intern dengan jalan kekeluargaan, menjadi masalah besar yang serius. Sehingga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penyelesaiannya,” tegas Ning Lik.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Kediri Drs. H. Makruf Anas mengatakan selaku ketua panitia menyampaikan bahwa dengan adanya sarasehan tersebut diharapkan muncul komitmen bersama khususnya FKUB dan para RT dan RW se Kota Kota Kediri untuk menghentikan segala bentuk konflik sehingga dapat hidup secara rukun dan damai.(adv/hms/zay)

Keterangan Gambar : Sarasehan Kerukunan antar umat beragama yang digelar oleh Pemkot Kediri