logo.png

Wawali Kediri Buka Sarasehan Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama


Reporter : Nanang Masyhari
Wawali Kediri Buka Sarasehan Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama
 
 

Kediri (beritajatim.com) - Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah membuka acara sarasehan merajut kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri bagi Ketua Rukun Warga (RW) / Rukun Tetangga (RT). Acara ini digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh para pengurus FKUB, Paguyuban Antar Umat Beragama (PAUB), jajaran dinas terkait serta para Ketua RW dan Ketua RT se-Kota Kediri. Acara sendiri berlangsung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

"Beberapa prestasi kota tidak bisa kita raih, tanpa kondusifnya Kota Kediri. Tanpa beliau-beliau (pengurus FKUB dan PAUB, red) yang telah menjadikan masyarakat rukun," kata Lilik Muhibbah yang akrab disapa Ning Lik saat membuka acara.

Semua yang program Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, akunya, tanpa peran serta dari jajaran pengurus FKUB dan PAUB sehingga masyarakat menjadi rukun, tidak dapat berjalan. Oleh karena itu, menurutnya, acara sarasehan semacam ini amat penting.

"Saya melihat kota ini sungguh luar biasa. Ada delapan pemeluk agama hidup berdampingan, tetapi tidak pernah ada gejolak. Alhamdulillah jika saat ini, acara semacam ini sudah sampai pada tingkat RT dan RW," imbuhnya bersyukur.

Ning Lik mengaku, teringat kata-kata Gus War -- KH. Anwar Iskandar, pengasuh pondok pesantren Al-Amin Ngasinan Kediri yang mengistilahkan 'rujak' terhadap adanya perbedaan keyakinan agama di Kota Kediri. Istilah tersebut memiliki makna, sebuah perbedaan justru menjadi sesuatu yang sangat ini.

"Seperti kata Gus War, rujak kalau dimakan satu-satu. Misalnya, mentimunnya saja atau nanasnya saja. Tentu rasanya kurang enak. Tetapi ketika dimakan sama-sama, dicampur menjadi satu, maka ketika kita santap menjadi enak. Begitu juga dengan perbedaan ini," tuturnya.

Oleh karena itu, pimpinan Muslimat NU Kota Kediri berharap, agar kebersamaan yang telah terjalin bisa dijaga bersama-sama. Mengingat dengan kebersamaan ini, laju inflasi di Kota Kediri dapat ditekan hingga mencapai 1,7 persen, jauh lebih rendah dari inflasi tingkat Nasional dan juga di Jawa Timur.

"Selain laju inflasi yang dapat kita tekan, Alhamdulillah kesejahteraan sosial juga bisa diperbaiki. Kemudian angka kemiskinan di Kota Kediri juga bisa menurun. Mudah mudahan dengan kita rukun seperti, harapan kita dari tahun ke tahun semakin baik," ungkapnya.

Sarasehan sendiri mengambil tema "Merajut Persaudaraan dan Kerukunan Antar Umat Bergama". Sedangkan narasumber acara adalah pendeta Timotius Kabul dari Kediri. [adv/hms].


Sumber : beritajatim.com