logo.png

Sebelas Ribu Perempuan Berbusana Ala Kartini Pecahkan Rekor MURI


Sebanyak 11.029 perempuan berbusana kebaya pecahkan rekor MURI dalam rangka peringatan Hari Kartini. (Antara)

Sebanyak 11.029 perempuan berbusana kebaya pecahkan rekor MURI dalam rangka peringatan Hari Kartini. (Antara)

"Bukan hanya memecahkan rekor, namun kami ingin meneladani sosok Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita".

Suara.com - Ribuan perempuan di Kediri, Jawa Timur, berbusana kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Kegiatan ini bukan hanya perayaan Hari Kartini dan bukan hanya memecahkan rekor, namun kami ingin meneladani sosok Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Senin.

Wali Kota yang ditemui di lokasi pemecahan rekor MURI di Gedung Olahraga (GOR) Kota Kediri itu mengatakan kegiatan perayaan itu sebagai upaya untuk ikut meneladani sosok Ibu Kartini.

Presiden, lanjut dia, juga menekankan untuk melakukan revolusi mental, sehingga dengan meneladani sosok Ibu Kartini, para peserta bisa lebih memahami berbagai hal, termasuk memahami sosok keilmuan Kartini, spiritual, serta kesalahennya.

"Kami berharap memiliki anak didik, baik laki-laki dan perempuan yang secara karakter, spiritual, serta mental yang bagus," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan dalam acara ini yang ditekankan adalah pendidikan karakter. Ia ingin agar wanita terlebih lagi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa tidak hanya terpengaruh dengan dunia sinetron, tapi mempunyai karakter.

"Pendidikan karater penting dan jangan sampai hanya mengenal sinetron. Karakter dan kesalehan sosial harus juga harus dimiliki," tegasnya.

Ia mengatakan dalam acara ini sekaligus ingin mengenalkan potensi ekonomi dengan tenun ikat serta kain batik dari Kediri. Kain-kain itu bisa dibuat menjadi kebaya.

"Kami juga ingin mengenalkan pada adik-adik, yang belum pernah pakai kebaya, sekarang bisa menggunakan kebaya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbubparpora) Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan target peserta dalam pemecahan rekor MURI ini adalah 10.000 orang.

"Peserta dari berbagai instansi negeri, swasta, pelajar, maupun masyarakat umum." katanya.

Dalam kegiatan itu, selain pemecahan rekor MURI baju kebaya, juga ada pameran produk UMKM, lomba cerdas cermat, lomba tumpeng serta kreasi makanan sehat, dan festival band yang diikuti oleh penyanyi dan band perempuan di Kediri.

Selain dihadiri ribuan peserta, ratusan orang juga hadir dalam acara itu. Mereka menyaksikan langsung proses pemecahan rekor MURI yang masih berlangsung hingga malam.

Para peserta berjalan beriringan di atas panggung yang sudah disiapkan. Mereka berjalan sekitar 50 meter di depan muspida Kota Kediri, serta tamu undangan.(Antara)


Sumber : suara.com