logo.png

Sarung Goyor Buatan Bandarkidul Kediri Tembus Pasar Turki


Tribun

Sarung Goyor Buatan Bandarkidul Kediri Tembus Pasar Turki
 
Surya/Didik Mashudi
 
Perajin kain tenun Bandarkidul, Kediri, masih mengandalkan alat tenun manual, Kamis (28/4/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Kain sarung goyor khas Bandarkidul menembus pasar ekspor. Meski begitu sarung tersebut tak memakai usaha kecil menengah Kota Kediri yang membuatnya.

"Kain sarung tenun sudah diekspor sampai ke Turki dan Bangladesh, tapi labelnya bukan memakai nama UKM yang membuatnya," ungkap Kepala Diperindagtamben Kota Kediri, Yetty Sisworini, Kamis (28/4/2016).

Berdasar hasil penelusurannya, kain sarung goyor diekspor menggunakan merek dan eksportir asal Gresik. Ia mengaku menyayangkan hal tersebut, tapi hal ini ditempuh untuk memudahkan ekspor.

Kain sarung goyor buatan para perajin Bandarkidul dibanderol harga Rp 200 ribu sampai Rp 350 ribu per potong. Kain ini dibuat menggunakan alat tenun, bukan mesin, sehingga membutuhkan waktu sehari penuh.

Harsono, seorang perajin kain tenun, mengakui produknya sudah mampu menembus pasar ekspor hanya memang belum memakai label merek sendiri.

"Selain Turki dan Bangladesh sudah banyak yang dipasarkan ke Singapura dan Malaysia," jelas Harsono.

Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibah, menyebutkan untuk pemasaran di dalam negeri produk kain tenun sudah tidak masalah. Kendalanya, jika pesanan banyak para perajin tidak mampu memenuhi.

Saat ini perajin kain tenun telah mengurus untuk mendapatkan merek hak paten. Sementara ini masih belum kelar karena di pusat ternyata ada nama yang sama.

Terkait dengan kualitas produk saat ini tengah diupayakan supaya hasil kain tenun setiap perajin punya standar yang sama.

"Pemkot terus mendorong kualitas yang standar. Malahan saat ini semua PNS di Kota Kediri setiap Kamis dan Jumat diwajibkan memakai seragam kain tenun Bandarkidul," ungkap Lilik kepada Surya.

Pemasaran juga terus digencarkan sehingga kain tenun Bandarkidul dikenal di tingkat nasional.

Untuk membantu pemasaran, perajin UKM kain tenun Bandarkidul mendapatkan pelatihan pemasaran melalui internet, hasil kerja sama Pemkot Kediri, PT Telkom dan Kantor Bank Indonesia Kediri.

Pemasaran melalui internet dapat diakses di seluruh dunia. Bandarkidul telah menjadi Kampung UKM Digital dengan harapan pemasaran dapat diakses ke seluruh dunia.

Saat ini ada belasan perajin kain tenun yang mempekerjakan ratusan karyawan yang bertugas sebagai penenun, pemintal, pewarna serta pembuat desain.


Sumber : tribunnews.com