logo.png

Pemkot Kediri Ajak Pengusaha dan Buruh Harmonis


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Ajak Pengusaha dan Buruh Harmonis
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami ingin agar harmoni antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Jika ada masalah pun harapannya bisa diselesaikan dalam forum, tidak perlu ada demo,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak pengusaha serta buruh bisa harmonis dan saling sinergi, sehingga bisa menciptakan iklim investasi yang sehat dan bisa terus berkembang.
     
"Kami ingin agar harmoni antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Jika ada masalah pun harapannya bisa diselesaikan dalam forum, tidak perlu ada demo," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Minggu.
     
Ia mengatakan berbagai keributan justru bisa menciptakan iklim yang merugikan. Untuk itu, ia meminta agar tercipta iklim yang tidak merugikan baik pekerja maupun perusahaan.
     
Wali Kota juga mengatakan peringatan hari buruh yang diputuskan pada 1 Mei merupakan salah satu bentuk demi mewujudkan berbagai hak-hak pekerja. Namun, ia mengatakan selain hak pekerja, mereka juga harus memperhatikan kewajibannya.
     
"Memaknai May Day ini, pekerja harus paham hak-haknya. Harusnya bisa diselaraskan, yang artinya tidak memaksakan kehendak, dimana tuntutan itu akan merugikan," katanya.
     
Ia tidak ingin investor di Kediri ini lari. Hal itu berkaca, salah satunya dari hengkangnya sejumlah perusahaan besar di daerah lain yang dipicu semakin tingginya UMK (upah minimum kota). Kondisi tersebut berakibat pemutusan hubungan kerja, karena perusahaan pindah ke daerah yang upahnya bisa lebih terjangkau.
     
Ia pun mengakui di Kota Kediri belum semua perusahaan memberikan upah sesuai dengan UMK. Salah satu pemicunya, karena iklim perusahaan yang terkadang naik dan turun.
     
"Itu bagian dari pemerintah untuk menekan, agar dibayar sesuai dengan UMK. Tapi, memang ada juga perusahaan yang hitungan tidak masuk (tidak bisa membayar sesuai UMK), iklim pengusaha naik turun. Untuk itu, sama-sama saling menghormati," ujarnya.
     
Gubernur Jatim telah menetapkan UMK 2016 di Kota Kediri sebesar Rp1.494.000. Sedangkan, jumlah usaha di Kota Kediri mencapai 33 ribu, baik perusahaan besar sampai kecil yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kota, Pesantren, dan Mojoroto. 
     
Sementara itu, dalam kegiatan jalan sehat tersebut diikuti ribuan pekerja dari berbagai perusahaan di Kota Kediri. Mereka berjalan bersama melintasi sejumlah jalan protokol di kota. Kegiatan itu juga memberikan berbagai macam hadiah seperti peralatan elektronik sampai sepeda motor. (*)

Sumber : antarajatim.com