logo.png

POSSI Kediri keluhkan peralatan selam


ilustrasi selam nomor kolam

KANALSATU -  Cabang olahraga selam tergolong masih belum banyak diminati masyarakat. Ini bisa dipantau dari pembinaan di daerah-daerah, yang masih minim sekali pembibitan usia muda. Bagaimana dengan minimnya peralatan.

Berbicara soal peralatan, meski di daerah sudah memiliki pembinaan satu atau dua klub. Seperti yang terjadi di Kota Kediri, selam sudah terbentuk melalui Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

POSSI Kota Kediri, saat menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) mengeluhkan terkait peralatan. Dimana kejurda di semua daerah, yang menjadi program POSSI Jatim, nampaknya cuma isapan jempol tanpa didukung peralatan yang memadai.  

Seperti dilontarkan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Menurutnya  keterbatasan sarana dan peralatan selam menjadi kendala utama bagi POSSI Jatim. "Padahal animo masyarakat terhadap olahraga ini cukup tinggi," ujar Abdullah, saat pembukaan Kejurda Selam, di Kolam Renang Wahana Wisata Paggora, Kediri, Sabtu (30/4/16) pagi.

Selama ini, lanjut Abdullah, olahraga selam menjadi salah satu lumbung emas bagi Jatim di Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan, beberapa penyelam asal Jatim berhasil menembus Pelatnas.
Dirinya mengakui, selam Jatim menjadi barometer Indonesia karena mampu melahirkan atlet nasional. Agar prestasi itu bisa terjaga, ia berharap Pengprov POSSI Jatim mau memberikan peralatan ke Pengcab POSSI Kabupaten/Kota agar para pengurus di daerah bisa melakukan pembinaan atlet.

"Kalau bisa usai kejurda, peralatan milik POSSI Jatim ditinggal disini (Kota Kediri), agar bisa digunakan latihan. Bahkan, bila perlu setiap kejurda yang digelar di daerah diberi peralatan latihan selam, agar pembinaan bisa terus berjalan."  

Kota Kediri ditunjuk sebagai tuan rumah kejurda, pihaknya menyambut baik, lantaran event ini juga sebagai ajang sosialisasi cabor selam di tengah masyarakat Kediri.

Terlebih, kejurda kali ini digelar di wahana wisata Paggora, sehingga banyak pengunjung yang menyaksikan secara langsung. "Semoga olahraga selam bisa lebih berkembang di Kediri dan daerah lainnya," kata Abdullah.

Sementara, keluhan terkait peralatan juga disampaikan Supari, selaku Ketua Umum POSSI Ponorogo. Menurutnya, POSSI Ponorogo kesulitan untuk melakukan pembinaan, lantaran terkendala peralatan dan sarana latihan. "Kita kekurangan alat latihan," keluhnya, saat ditemui pelaksanaan Kejurda Selam di Kediri.

Bahkan ia juga memilki keinginan agar Ponorogo bisa menjadi tuan rumah kejurda selam. Namun, terkendala fasilitas yang belum standart nasional. "Kolam renang Tirto Menggolo yang ada di Ponorogo panjangnya tidak sampai 50 meter. Sehingga tidak layak untuk menggelar lomba," ujar Supari.

Terkait hal tersebut, Pj Ketua POSSI Jatim,  Dito Widyandi mengatakan, berupaya mencari dana CSR dan sponsorship guna menunjang pembelian alat selam nomer kolam dan laut.(win16)


Sumber : kanalsatu.com